Jadi Dosen

 



Selasa, 12 Mei 2025 pengalaman pertama saya jadi dosen. Saya ngajar di STIT Sunan Giri Trenggalek. Di kampus ini,  saya ngajar  kelas PAI. Saya diberi amanah untuk ngajar mata kuliah Tafsir Tarbawi dan Hadis Tarbawi. Alquran dan hadisnya memang relevan dengan jurusan saya ketika masa kuliah. Tetapi untuk tarbawinya, ini menjadi pengalaman baru bagi saya.


Kampus STIT lokasinya berada di pondok pesantren Sunan Giri. Dekat Alon-alon kota Trenggalek. Atau lebih dekat lagi dengan terminal bus di kota itu. Namanya saja masih STIT. Jadi kampusnya masih sangat sederhana. Hanya terdapat satu bangunan 3 lantai. Depannya area persawahan milik warga. Dengan lokasi demikian, suasana kampus jadi sangat segar. Menyatu dengan alam.


Tetapi,  tempat saya mengajar bukan disini. Jadi critanya, karena keterbatasan tempat,  maka pihak STIT mengadakan 'kelas jauh' yang lokasinya memang agk jauh dari kampus pusatnya. Kelas jauh itu berada di Durenan. Tepatnya di pesantren al-Kautsar. Karena adanya kelas jauh inilah,  saya di prioritaskan oleh kawan dosen untuk ngajar disini. Dengan alasan tidak jauh amat dari tempat domisili saya, di Campurdarat. Memang benar, perjalanan saya dari rumah sampai al-Kautsar sekitar setengah jam.


Pertama kali masuk saya isi dengan perkenalan, agar lebih akrab dan mengetahui karakter mahasiswa. Tentang memahami karakter mahasiswa ini,  sebelumnya saya sudah belajar dari para dosen-dosen saya dahulu. Bagaimana cara perkenalannya, mengenal karakter mahasiswa, dan mencairkan suasana. Jadi, kiranya perkenalan inilah yang menurut saya sangat penting untuk 'menguasai panggung'. Sehingga saat ngajar tidak merasa demam panggung.


Untuk mengenal mereka. Saya sambil absen satu persatu. Kemudian saya mengarahkan mereka untuk memperkenalkan diri. Mulai dari nama lengkap, nama panggilan, tempat tanggal lahir, asal daerah/alamat domisili, dan  asal pondok/asal sekolah sebelumnya. Disaat perkenalan inilah saya jadi bisa mempelajari karakter-karakter mahasiswa.


Saya sangat bersyukur bisa kembali ke dunia kampus. Ya meskipun saat ini, nama saya belum saya pastikan keberadaannya dalam daftar dosen di kampus ini. Tetapi saya berusaha untuk menemui para pejabat yang bertugas. Guna mengetahui kepastian daftar nama saya di kampus ini. 


Meskipun saat ini saya hanya mengajar dua mata kuliah dan hanya masuk sekali seminggu, saya tetap mensyukurinya. Ini menjadi momen awal karir akademik saya. Menjadi dosen memang bidikan saya pasca masuk sekolah pascasarjana. Sebenarnya, yang lebih saya tekankan ketika menjadi dosen adalah pada dunia riset. Entah mengapa saya suka dengan dunia ini. Jadi dengan modal awal inilah, peluang untuk melakukan riset terbuka lebar. Ala kulli hal semoga karir akademik saya semakin meningkat.


Tulungagung,  06 Juni 2025

Komentar