Kemarin saya sedang bersih-bersih, buka-buka lemari. Tidak sengaja saya buka laci terdapat beberapa surat berharga dan dua kaleng. Kaleng-kaleng tersebut saya buat sebagai alat tabungan. Saya menulisi dibagian luar kaleng tersebut sesuai dengan porsi yang saya butuhkan. Kaleng pertama tertulis tabungan kebutuhan umum. Sementara kaleng kedua menyita perhatian saya. Di luar kaleng saya tulisi "beli buku" di secarik kertas dan ditempel dengan plaster.
Teruntuk tabungan kedua ini. Saya teringat betul, kaleng tersebut saya ambilkan dari bekas kaleng rokok. Saya mengambil kaleng itu sewaktu awal masuk kuliah di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (dulu tahun 2013 awal saya masuk masih STAIN). Kaleng tersebut saya jadikan alat tabungan, secara khusus sebagai tabungan untuk membeli buku.
Kaleng tersebut tidak setiap hari saya isi. Karena saya tidak memiliki penghasilan tetap semasa kuliah. Saya bekerja hanya pada hari sabtu, minggu dan hari-hari libur kuliah. Nah, pada saat itulah ada sedikit demi sedikit penghasilan yang bisa saya tabung, selain untuk keperluan lain seperti biaya hidup dan biaya operasional selama kuliah. Jadi alhamdulillah, dari sedikit demi sedikit tabungan tersebut saya bisa membeli buku.
Saat itu, saya hanya bisa membeli buku-buku yang saya butuhkan selama kuliah yang sesuai dengan jurusan yang saya tekuni, Ilmu Alquran dan Tafsir. Buku-buku yang saya beli seperti, Ulumul Quran, Ulumul Hadis, Sejarah Islam, dan buku-buku primer yang saya butuhkan dalam jurusan ini.
Terkadang jika ada lebihnya tabungan, dana tersebut saya alokasikan untuk membeli buku-buku sekunder atau pendukung. Tetapi orientasinya masih pada kejurusan yang saya tekuni, yakni Ilmu Alquran dan tafsir atau secara umum buku-buku keislaman.
Buku-buku yang saya beli ini tidak semua saya bisa membacanya sampai khatam. Saya hanya membaca pada bagian-bagian yang saya butuhkan, misalnya ketika mendapat tugas membuat makalah pada bab tertentu. Tetapi juga tidak jarang, saya bisa mengkhatamkan beberapa buku tersebut meskipun presentase khatamnya lebih sedikit dari keseluruhan buku yang terbeli. Ada juga sejak pertamakali beli hingga sekarang saya belum sempat menyentuh dan membacanya Semoga lain waktu buku-buku tersebut akan terbaca.
Harapan saya pada buku-buku ini tentu sangat besar. Membaca adalah 'tarekat' yang perlu ditempuh. Dan salah satu sarana untuk membaca adalah dengan menyediakan bahan bacaan, yaitu dengan menyediakan buku. Sehingga dengan buku yang tersedia, diharapkan akan dengan mudah mengakses bahan bacaan. Harapan saya tidak hanya berhenti saya pribadi. Dengan menyediakan bahan bacaan ini, saya berharap pada anak keturunan bisa memanfaatkan buku-buku yang telah saya beli.
Tulungagung, 08 September 2024

Wah mantap mas. Jadi inspirasi saya untuk menabung membeli buku.
BalasHapusAlhamdulillah
Hapus