Beberapa bulan terakhir ini SPK Tulungagung semakin 'menyala'. Ya, di grup SPK Tulungagung sekarang ini sedang rame terkait dengan kawan-kawan yang mendapat tanda 'bendol merah' (🔴). Tanda ini menjadi konotasi negatif. Karena mereka yang tertanda warna ini absen dalam mengirimkan tulisan wajibnya (satu tulisan) selama satu bulan. Pada saat ini, kawan-kawan yang mendapat tanda ini hampir menjadi mayoritas. Sampai-samai, Prof. Naim menyebutnya semakin "menyala".
Memang saya menyadari 'keimanan' dalam belajar menulis sifatnya fluktuatif. Terkadang naik, tekadang turun. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap 'gaya' seseorang tersebut. Mulai dari kesibukan hingga perasaan malas. Sayapun juga merasakan demikian. Akhir-akhir ini saya juga merasa 'males' untuk menulis. Padahal ada cukup waktu, jika saya mau meluangkan sejenak untuk menulis. Tetapi ya beginilah, yang namanya 'males' sulit untuk diobati.
Tetapi apakah kita harus stagnan pada posisi ini terus?. Jawabannya pasti tidak, bagi mereka yang ingin berubah. Dan 'iya' bagi mereka yang tidak ingin merubah kualitas hidupnya. Prof. Naim selalu memberikan motivasi-motivasi agar semua anggota terus menulis. Saya sebagai anggota tentu merasa 'malu' apabila memiliki niatan untuk bergabung dengan penulis, tetapi tidak mau belajar nulis. Tentu hal ini sangat memilukan.
Oleh karena itu, melalui catatan singkat ini, saya berusaha untuk mengambil langkah 'meredupkan' apa yang sedang 'menyala'. Barangkali dengan catatan singkat ini, turut serta kawan-kawan lain untuk membantu 'meredupkannya' dengan catatan-catatan renyahnya. Dan selanjutnya, dengan sedikit sumbangsih ini saya mencoba menyemangati diri untuk 'menyalakan' semangat menulis yang saat ini mulai 'meredup'. Alhasil, semoga saja semangat menulisnya terus menyala.
28 Juni 2024
Komentar
Posting Komentar