Sabtu 15 Oktober 2023 adalah momen sangat berharga bagi saya. Sebagaimana judul yang saya sebut di atas, 'yang pertama dan Terakhir'. Saya memberikan judul ini sesuai dengan konteks yang saya alami saat ini. Hari itu adalah sebuah acara kopdar (kopi darat) Sahabat Pena Kita Tulungagung. Acara dihelat di perum BMW Bago Tulungagung, yang tidak lain adalah kediaman Prof. Ngainun Naim, M.H.I. selaku pengasuh SPK Pusat dan Tulungagung.
Acara kopdar ini terselenggara untuk yang pertamakali dan yang terakhir bagi saya selaku sebagai ketua. Ada banyak kendala semenjak pertamakali saya menjabat, kenapa belum pernah mengadakan kopdar. Yang pasti, kita pernah terkena pandemi covid-19 selama kurang lebih dua tahun.Ternyata imbasnya cukup panjang dan akhirnya agenda kopdar jadi terhalang. Selain itu masih banyak lagi alasan lain, entah karena kesibukan para pengurus atau yang lain.
Sebenarnya kami sudah berupaya untuk menyusun agenda kopdar, namun lagi-lagi terbentur dengan hal-hal lain. Alhasil jadi pasrah. Yang terpenting usaha belajar nulis di grup tetap berjalan.
Kembali ke agenda kopdar kemarin. Agenda kopdar ini, saya meminta reorganisasi. Momen berkumpul ini menjadi waktu yang tepat untuk menyusun amunisi baru. Alhamdulillah kawan-kawan menyetujui. Sebagai ketua terpilih, bang Roni Ramlan, M.Ag dan wakilnya bang Woko Utoro, M.Ag disertai beberapa pengurus lain yang kompeten dibidangnya masing-masing.
Saya menaruh harapan besar pada pengurus yang baru ini. Dengan semangat baru, program-program baru yang lebih terstruktur dan lain sebagainya. Gunanya nanti untuk kemajun SPK Tulungagung untuk menyemaikan literasi di bumi Gayatri khususnya, dan secara umum untuk bumi pertiwi.
Ucapan trimakasih patut saya hatimurkan secara khusus pada Prof. Ngainun Naim yang secara aklamasi menunjuk saya sebagai ketua satu, diikuti dengan bang Roni sebagai ketua dua. Pada awal pendirian SPK TA tahun 2018. Tentu sebenarnya beliau mempunyai harapan besar untuk kemajuan SPK TA. Namun apalah daya, saya hanya manusia biasa, yang belum bisa menjalankan amanah itu dengan sebaik-baiknya.
Yang terakhir, saya perlu mengucapkan permohonan maaf kepada kawan-kawan SPK Tulungagung atas 'kelalaian' dalam menanggung amanah ini. Secara pribadi, saya sangat mengakui ada banyaknya kekurangan selama saya menjadi ketua ini. Sekali lagi dengan rendah hati saya mohon maaf atas semuanya.
Yang paling terakhir, pasca lengser, saya tidak akan pergi kemana-mana. Di hati saya tetap ada SPK. SPK adalah kawah candradimuka tempat saya berkarya. Semoga kita semua selalu diberikan kemudahan dan keberkahan dalam memproduksi karya-karya.


Komentar
Posting Komentar