Setiap saat saya diberi waktu untuk memberikan kata sambutan atau untuk mengisi suatu materi, berarti saya diberi waktu untuk belajar. Ya, belajar untuk menyampaikan uneg-uneg yang ada dalam alam idealitas/pikiran saya. Dalam menyampaikan uneg-uneg itu, saya berusaha untuk membuat audien tidak tegang, suasana santai, tidak garing dan tentunya mengasyikkan. Upaya-upaya itu terus saya lakukan, agar audien tidak bosan dan bisa tertarik dengan apa yang saya sampaikan. Salah satu upaya itu adalah dengan menyelipkan jokes-jokes di dalam penyampaian pembukaan, penyampaian materi, atau di penutupnya.
Oleh karena itu, sebelum saya memulai menyampaikan uneg-uneg. Saya perlu mempersiapkan hal-hal yang akan saya sampaikan pada audien, humor apa kira-kira yang tepat untuk saya sampaikan ke audien nanti. Terkait dengan hal ini, saya perlu menyebut nama-nama yang selama ini saya jadikan teladan, dalam konteks, penyelipan humor disaat penyampaian materi.
Pertama, Prof. Maftukhin. Siapa yang tidak kenal dengan mantan rektor UIN Satu ini. Dengan ceramah dan gayanya yang khas, audien selalu dibuat hanyut dalam gelak tawa. Kedua, Prof. Abad Badruzaman. Nah, kali ini wakil rektor 3 UIN Satu (tidak tau sekarang beliau jadi wakil rektor berapa). Abah (sapaan beliau) ketika menyampaikan kata sambutan atau materi sangat asyik, tidak membosankan. Audien sering dibuat terpingkal-pingkal karena humor-humor yang disampaikan. Ketiga, Prof. Ngainun Naim. Kita juga tidak asing lagi dengan suhunya literasiUIN Satu ini. Pak Naim dalam setiap menyampaikan materi atau sambutan sering menyelipkan jokes-jokes akademik yang tentu membuat para audiens turut hanyut dalam gelak tawa.
Dari ketiga tokoh di atas, saya terus berupaya untuk belajar, meniru dan menjadikan figur di atas. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dari beliau-beliau. Terutama dalam hal membuat jokes-jokes sehingga audiens turut terhibur dan suasana menjadi cair. Walaupun saya berusaha untuk meniru beliau-beliau, tidak jarang jokes-jokes yang saya sampaikan tetap saja masih garing. Tidk lucu. Lucu hanya menurut saya saja, haha. Tidak bagi audiens. Berarti saya belum berhasil menduplikat para figur di atas. Nah, pada waktu kopdar kemarin, saya coba terapkan berbagai jurus agar 'ceramah' saya tidak garing.
Ada beberapa jurus yang saya terapkan untuk memoles kata-kata. Pertama, pakai bahasa campuran. Jujur, saya kalau bicara bahasa Indonesia nyel belum bisa. Saya belum bisa meninggalkan bahasa 'ibu' saya, yaitu bahasa Jawa. Nah, untuk mensiasati dan menutupi kekurangan saya ini, coba saya modifikasi bahasa Jawa ini sebagai polesan jokes. Alhasil, ternyata berhasil membuat audiens tertawa.
Aplikasinya, polesan bahasa itu saya pakai pas kata mewakili ketua. Nah disini saya pakai lughot "ethok-ethok", aplikasi dalam katanya saat itu, "saya disini sebagai perwakilan.... ethok-ethok.e ketua SPK.." Nah..dari kata yang saya ucapkan itu kemudian diiringi gelak tawa peserta kopdar. Wkwk
Kedua, roasting. Dalam bahasa Jawanya, nggojloki. Trik ini sudah biasa dilakukan oleh para humoris. Sebenarnya, kalau menurut saya trik ini agak 'bahaya'. Karena menyangkut diri orang lain. Jadi nanti ada kemungkinan tersinggung atau yang lain. Sehingga perlu kehati-hatian dalam menerapkan trik ini.
Pada kopdar kemarin, saya coba terapkan roasting ini pada dua kolega, bang Roni dan bang Woko. Nah, karena bertepatan juga kedua begawan ini sangat konsen dan menonjol dalam grup SPK. Maka saya perlu menyebut keduanya. Penerapanya saya lakukan pada saat saya menyampaikan rasa trimakasih. Jadi secara khusus saya sampaikan kepada beliau berdua, "Secara khusus saya perlu menyampaikan terimakasih kepada dua kolega saya, bang Roni dan bang Woko. Saya memanggil keduanya dengan awalan 'bang'. Karena mereka berdua masih jomblo..wkwk,". Persoalan jomblo atau ndak itu saya gak tau. Pastinya yang lebih tau keduanya, hehe..
"Tetapi tenang saja, ternyata 'kejombloan' beliau membawa keberkahan bagi SPK Tulungagung". Nah, pada saat itulah prof. Naim menambahkan. "Pertahankan"..lantas gelak tawapun gayung bersambut. Wkwk..
Tulungagung, 20-21 Oktober 2023

Komentar
Posting Komentar