Thoriqul Aziz
Tuhan melalui Alquran di beberapa tempat memerintahkan umatnya untuk 'jalan-jalan' di muka bumi ini untuk mencari hikmah didalamnya. Dalam perjalanan menyusuri bumi ini diharapkan umat manusia dapat mengambil berbagai pelajaran yang ada. Tujuannya adalah untuk menyadari kemaha kuasaan dan kebesaran Allah. Jadi di setiap sudut bumi ini, pasti Allah telah menempatkan satu hikmah yang dapat kita petik didalamnya.
Salah satu perjalanan yang pernh saya lakukan adalah kopdar SPK yang ke 10 di UNESA kemari. Dalam perjalanan itu, ada hal menarik yang patut kita ambil hikmah didalamnya, yaitu adanya sosok yang tampil di tengah-tengah meriahnya acara kopdar, Zelda namanya. Dalam acara kopdar itu, Zelda mendendangkan beberapa lagu untuk menghangatkan dan menyemangatkan suasana. Sebenarnya siapa sih Zelda itu?
Zelda adalah mahasiswa Unesa yang memiliki cacat fisik di indera penglihatan. Benar Zelda seorang tunanetra. Ia buta sejak lahir. Saat ini, ia berada di semester lima mengambil jurusan seni tarik suara (kalau salah bisa dikoreksi). Namun dengan keterbatasannya, ia memiliki semangat yng membara. Semangat untuk menghibur orang-orang di sekitarnya.
Tidak hanya itu, kemampuan Zelda yang menjadi keistimewaan yang lain dalam produktivitasnya dalam berkarya. Benar, ia juga produktif menulis. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana caranya dia membaca dan menulis. Tetapi saya sangat mengapresiasi apa yang telah ia torehkan. Apa yang telah ia perjuangkan. Betapa tidak, dengat keterbatasan yang dia miliki, saat ini dia sudah memiliki 8 karya tulis.
Saya tidak salah mendengar ini. Kata-kata ini dari pengakuan Zelda sendiri. Pak Emco yang ada dalam forum ini, 'menantang' Zelda untuk coba membawakan karya-karya buku tersebut. Tantangan diiyakan, Zelda siap untuk menghantarkan karya tersebut. Mendengar hal ini, tentu meyakinkan semua pihak yang tidak percaya pada dirinya. Bukti bahwa Zelda mampu menghasilkan sebuah karya.
Dari sosok Zelda ini, menjadi sebuah pelajaran yang berharga bagi kita semua. Dengan keterbatasan yang dimiliki, tetapi ia sangat semangat untuk membuat karya-karya. Sementara kita yng sudah ditakdirkan dengan 'kesempurnaan' jauh dari apa yang sudah dilampaui Zelda saat ini. Sebagai motivasi, tentu seharusnya kita bisa lebih mampu daripada Zelda. Dengan kesempuranaan yang kita miliki, tentu juga akan lebih mudah dalam menjalani setiap aktivitasnya. Ala kulii hal, semoga kita bisa mengambil ibrah dari perjalanan ini.
Tulungagung, 28 September 2023

Komentar
Posting Komentar