Oleh-oleh Kopdar X: Menulis Harus Dipaksa

 


Thoriqul Aziz

Banyak pengalaman berharga dari acara kopdar X di UNESA. Selain bertemu dengan beberapa tokoh 'utama' SPK, saya juga mendapat ilmu yang berharga dari para senior dan khususnya dari para narasumber, Ning Khilma Anis dan Pak Much. Choiri (Emco). Keduanya salah dua narasumber hebat dalam dunia literasi di Indonesia. Gen Z pasti tidak asing dengan Ning Khilma yang dikenal banyak menulis berbagai karya novel, seperti Hati Suhita yang saat ini populer. Tidak kalah jua narasumber satunya, Pak Emco dikenal sebagai penulos produktif. Saat ini beliau sudah menghasilkan 74 judul buku. Keduanya narasumber yang luar biasa.


Menarik untuk disimak pengalaman di dunia literasi kedua narasumber. Tentu untuk mencapai popularitas sebagai penulis semaqom beliau pasti ada momen-momen yang menarik juga untuk kita jadikan sebagai pelajaran. Pengalaman itu menjadi sangat terkesan ketika beliau berdua ditanya moderator tentang karya pertama yang dihasilkan, bagaimana motivasinya dan pengalaman menarik apa yang dilalui.


Ternyata, saat mengawali sebagai penulis, keduanya berangkat dari paksaan. Iya, menulis itu perlu dipaksa. Untuk kemudian menjadi terbiasa. Dalam sesi ini, Ning Khilma bercerita bagaimana karya awal yang dia ciptakan. Hal itu berawal dari adanya tawaran dari Pak Fikri yng saat itu menjadi pinpinan penerbit LKiS di Yogyakarta. Pada dasarnya, kata Ning Khilma belum pernah menulis novel. Hanya saja dirinya sudah punya bekal/teori dalam penulisannya. Namun beliau harus memaksakan diri untuk mengawali projeknya.


Tidak jauh beda dengan Pak Emco. Kisahnya menghasilkan karya pertama juga karena 'keterpaksaan'. Sebelumnya, beliau menjadi pembimbing penulisan di berbagai sekolah. Saat itu, beliau dihampiri siswa dari Madura. "Pak, saya pingin belajar menulis, tapi saya perlu baca buku bapak. Mak deg, Pak Emco bersujud syukur pada anak itu. Beliau saat itu belum punya karya tulis buku. Karena pertanyaan itulah kemudian memaksakan diri untuk membuat buku.


Belajar dari kedua narasumber ini, sebagai penulis pemula saya tentu dapat mengambil pelajaran. Ternyata untuk menjadi penulis yang populer perlu untuk memaksakan diri untuk terus menulis. Dengan awal keterpaksaan, lama-lama juga akan menjadi kebiasaan. Seperti halnya kedua narasumber ini, setelah memaksakan diri menjadi penulis, dengan perjuangan, komitmen, dan konsistens akhirnya beliau dapat merasakan hasilnya.

Ditulis sepanjang jalan Kertosono

09 September 2023

Komentar