Thoriqul Aziz
Tulisan ini masih berbicara tentang kopdar SPK ke X di Unesa. Dan secara khusus saya akan berbagi nasehat yang didawuhkan oleh penulis novel 'Hati Suhita'. Menurut pengkaji tokoh-tokoh perempuan Jawa ini, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan bagi para penulis agar karya yang dihasilkan bisa bermanfaat dan berkah bagi dirinya.
Satu hal ini ialah orientasi transendental. Dimana penulis ketika membuat sebuah karya tidak hanya asal-asalan. Oleh karena itu, munurut Ning Khilma, ketika sebelum mulai menulis seorang penulis harus suci, lahir dan batin. Penulis hendaknya mengambil air wudhu dan baca basmalah sebelum melakukan penulisan.
Hal ini dilakukan Ning Khilma selama menjadi seorang penulis. Hal ini dilakukan dengan niat dan tujuan transendental. Dengan keadaan suci, pastinya hati juga menjadi suci. Alhasil pikiran menjadi terang dan saat melakukan penulisan diharapkan juga akan lancar.
Sementara pembacaan basmalah sebelum menulis, ini dilakukan semata-mata karena semua tindakan dilakukan karena Allah. Tentu dibalik itu juga ada harapan besar, tulisan atau karya yang dihasilkan akan bermanfaat dan membawa keberkahan dalam hidupnya.
Tentu hal ini jadi pelajaran berharga bagi saya. Sebuah pengingat bagi saya. Untuk 'kembali' meneguhkan semangat selalu menjaga kesucian diri dan juga untuk selalu mengawali menulis -atau setiap pekerjaan- dengan baca basmalah. Karena memang inilah yang sejatinya diajarkan oleh agama Islam, yang disalurkan melalui nabi saw.
Tulungagung, 18-20 September 2023

Sip, betul sekali mas
BalasHapusPerlu diteladani
HapusMatursuwun mas. Meskipun belum bisa ikut hadir. Dapat nasehat neng khilma lewat tulisan jenegan..
BalasHapusSama sama maa..smg lain waktu bs gabung
Hapus