Thoriqul Aziz
Perkembangan zaman dari waktu ke waktu tidak stagnan, artinya zaman terus berubah dari dahulu hingga sekarang. Dahulu belum ada yang namanya internet, sekarang sudah ada. Ketika internet sudah ada, masih sajada inovasi-inovasi baru sebagai wujud aksi perkembangan teknologi dan informasi. Bahkan di era kini saintek semakin berkembang pesat, sehingga kita dituntut untuk selalu update agar terus mengikuti perkembangan zaman. Melihat realita ini, tidak hanya mereka yang lahir di era kini (generasi Z) tetapi semua umat yang hidup di zaman ini. Tidak pandang tua ataupun muda.
Selaras dengan realita zaman yang tak dapat dibendung ini, sebagai seorang penulis tidak boleh alergi dengan perubahan yang ada. Demikian nasehat Ning Khilma bagi para penulis. Lebih lanjut, beliau memaparkan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh para penulis, agar tetap survive di era digital sekarang ini:
Pertama, kreatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kreatif adalah kemampuan daya cipta, kemampuan untuk menciptakan. Dari makna ini dapat kita pahami bahwa, seseorang di era kini untuk survive harus memiliki sifat kreatif. Termasuk juga dengan penulis. Mereka yang gemar menulis harus memiliki kreativitas dengan menciptakan hal-hal baru, tulisan-tulisan baru yang tentunya berkualitas.
Kedua, inovatif. Untuk survive di zaman sekarang tidak cukup hanya dengan sifat kreatif. Jadi perlu ditambah lagi dengan sikap yang lain, yakni inovatif. Maksudnya kita dapat memperkenalkan hal-hal baru pada orang lain. Ini menjadi tantangan berarti bagi kita. Sebagaimana waktu yang terus berubah, maka disitulah diperlukan adanya inovasi-inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman. Begitu pula dengan seorang penulis harus bisa berinovasi dalam menciptakan sebuah karya. Karya yang sesuai dengan situasi dan kondisi, serta kebutuhan zaman.
Ketiga, kolaboratif. Di era sekarang dapat dikatakan sebagai zaman kolaboratif. Mengapa disebut demikian? Karena hubungan antar umat manusia hampir tidak ada sekat yang ada di antara mereka. Semua terhubung dalam satu wadah yang saling berinteraksi. Pada saar ini pula, penulis juga perlu memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sebagai seorang penulis, kita bisa berkolaborasi dengan orang lain untuk mewujudkan suatu karya.
Keempat, adaptif. Seiring dengan perkembangan zaman yang terus berubah, maka kita juga dituntut untuk adaptif. Kita tidak boleh menghindar dari perubahan tersebus yang sudah menjadi keniscayaan. Begitu juga dengan penulis, menurut Ning Khilma, sikap ini perlu juga ditanamkan bagi para penulis. Dengan sikap adaptif, penulis juga akan terus produktif dengan menjawab realita perkembangan zaman.
Tulungagung, 14-15 September 2023

Keren mas
BalasHapusTq bu..semangat
Hapus