Thoriqul Aziz
Perkembangan saintek di era kini terus berlanjut dan sulit untuk dihentikan. Berbagai macam inovasi-inovasi terus dilakukan untuk membantu dan memudahkan aktivitas umat manusia. Tak ayal muncul berbagai bahasa pemrograman yang diperkenalkan kepada khalayak ramai. Baru-baru ini dikenalkan Artificial Intelegence (AI), sebuah bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk berbagai macam kepentingan dan tentu lebih memudahkan umat manusia.
Dengan secara singkat, AI akan menyuguhkan apa yang kita butuhkan. Misalnya, kita menyuruh untuk membuatkan ppt sebagai bahan presentasi, membuatkan artikel, dan lain sebagainya. Dengan hanya menunggu beberapa detik saja, sim salabim, kebutuhan yang kita inginkan muncul. Sangat mudahkan?
Akan tetapi,
Dengan berbagai kemudahan tersebut, bagi sebagian besar umat manusia, hal ini menjadi tantangan besar. Karena dengan adanya AI sebagian umat manusia menjadi termarjinalkan. AI telah merubah tatanan kehidupan. Banyak tenaga manusia digantikan dengan AI, seperti pelayanan di berbagai perusahaan atau dalam fasilitas umum.
Tidak hanya itu saja, AI semakin tak terbendung, ia mampu menembus sekat ruang dan waktu. Sasaran selanjutnya yang cukup mencengangkan dalam ranah pendidikan. Tidak sedikit para akademisi yang mengaplikasikan AI sebagai sarana penunjang belajar mengajar. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh Prof. Najib Burhani, yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagaimna yang pernah beliau diharian kompas dengan judul "Matinya Kepakaran".
Hal demikian juga berimbas dengan masa depan penulis. Beberapa hari yang lalu, ada teman facebook yang curhat. Dia sebagai seorang penulis 'panggilan' di beberapa website nasional, namun akhir-akhir ini, perannya termarjinalkan. Karena sebagian website telah menggunakan AI sebagai bahan untuk mengisi tulisan mereka. Tentu hal ini sangat memprihatinkan.
Realita ini menjadi tugas dan tantangan yang penting bagi para penulis, apalagi para penulis pemula. Karena, mereka harus bersaing dengan tenaga digital yang tanpa pandang lawan.
Namun demikian, sebagai seorang penulis, harus bisa membuktikan dengan semangat mendalami keahlian di masing-masing bidang. Dengan demikian penulis akan tetap bisa survive dalam kisaran zaman.
Tulungagung-Surabaya, 05-09 September 2023

Komentar
Posting Komentar