Ngajar, Nguli, Ngaret

 



Sebagai seorang manusia yang telah dikaruniai akal pikiran dan kesehatan badan, kita memiliki suatu kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban antara manusia satu dengan yang lain berbeda-beda, begitu juga dengan tugas dan aktivitas masing-masing. 


Tidak jauh berbeda dengan yang menjadi aktivitas keseharian saya. Semenjak  berkeluarga, saya juga melakukan aktivitas-aktivitas pekerjaan sebagai jalan untuk mencari rezeki. Ini sudah kewajiban yang harus saya tunaikan. Apapun itu pekerjaannya yang penting halal dan bisa mencukupi semua kebutuhan hidup keluarga. Di antara aktivitas-aktivitas itu saat ini antara lain, ngajar, nguli dan ngarit. 


Pertama, ngajar. Semenjak awal 2022 lalu, saya masuk di pesantren Subulus Salam, Plosokandang. Tepat berada di barat kampus UIN SATU. Pesantren yang diasuh oleh Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA beserta partner hidupnya yaitu bunda Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag. Keduanya adalah dosen saya sewaktu kuliah di UIN SATU.


Di pesantren ini, saya diamanahi sebagi pengajar taklim literasi dan academic writing. Materi yang terbilang baru di pesantren ini, pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada taklim semacam ini. Amanah ini tentu harus saya tunaikan. Saya harus bisa mengajak dan mendorong para santri untuk gemar menulis. Tentu suatu yang tidak mudah.


Ada tiga tingkatan atau marhalah santri yang saya ajar. Mulai dari marhalah ula, tsani, dan robi'ah. Pada marhalah ula dan tsani, materi seputar dunia literasi. Untuk kedua kelas ini, saya fokuskan dulu untuk mengenal litetasi pada para santri. Disini para santri saya memotivasi para santri agar gemar menulis. 


Langkah awal stimulus yang saya pakai sebagaimana metode yang dilakukan masternya literasi UIN SATU, Prof. Ngainun Naim, MHI bahwa 'menulis itu mudah'. Ini penting untuk ditanamkan kepada para santri yang notabene juga masih menyandang mahasiswa baru.


Kedua, nguli. Aktivitas keseharian saya selanjutnya ialah nguli. Iya pekerjaan saya di rumah yang utama sebagai kuli batu di pabrik. Aktivitas ini saya lakukan mulai awal tahun 2023. 


Sebagai orang yang masih mbabad di daerah lain, saya cukup kesulitan untuk membangun relasi untuk diajak saling kerjasama tentang pekerjaan. Sebenarnya saya sudah mempunyai basic di dunia perdagangan, yang sebelumnya sudah pernah saya tekuni, Namun, ditempat baru ini keadaan tidak suport dan saya harus berpikir ulang untuk menekuni bidang yang lain. Dan sebagai jalan terakhir, saya memilih nguli pada pakde saya.


Ketiga, ngaret. Aktivitas yang menjadi kesibukan saya selanjutnya adalah ngaret. Secara bahasa, ngaret berasal dari bahasa Jawa dari makna dasar arit (sejenis alat untuk memotong rerumputan). Yang kemudian ditambah imbuhan 'ng' didepannya menjadi ngarit. Iya, hampir setiap hari disela-sela kesibukan lain, saya memiliki kewajiban memberikan pakan ternak kambing saya. Saat ini ada 6 ekor kambing yang saya pelihara. 4 dewasa 2 masih cempe. 


Saya memilih beternak kambing termotivasi oleh beberapa hal. Pertama, untuk tabungan masa depan. Dengan memelihara kambing nantinya saya harapkan sebagai salah satu aset saya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kedua, tersedianya lahan pakan. Alhamdulillah di rumah mertua ada sedikit lahan yang sayang untuk tidak dimanfaatkan. Lahan tersebut berada di pinggiran pegunungan. Karena sudah tidak ditanami palawija, maka saya berinisiatif untuk menanami rerumputan dan ramban untuk kebutuhan pakan ternak. Dengan adanya bank pakan ini, saya tidak kesulitan untuk mencarikan kebutihan asupan kambing.


Ketiga, bisnis masa depan. Beternak adalah salah satu usaha yang tidak ada musimannya. Saat ini di desa-desa, sedang ngetrend peternak-peternak muda yang memelihara kambing yang jumlah dan jenis yang sangat beragam. Bisanya peternak yang sudah jalan, bisa memiliki 10 hingga puluhan ekor. Tentu hal ini menjadi aset yang menjanjikan.


Itulah ketiga hal yang saat ini menjadi kesibukan saya. Saya selalu berusaha untuk mensyikuri kegiatan-kegiatan selama ini. Saya tidak malu untuk menjalani semua itu. Karena itu sudah menjadi kewajiban saya pribadi. Dengan berbagai kesibukan yang ada di atas, saya bisa menambah relasi dari berbagai kalangan. Hal ini pelajaran yang sangat berarti bagi saya. Jika dihadapkan dengan orang-orang yang sesama mereka, saya bisa memposisikan diri. Baik sebagai pengajar, kuli, dan tukang ngaret. 


Tulungagung, 26 Juli 2023

Komentar