Gambar di atas diambil pada 22 Nopember 2022 oleh istri. Hari itu menjadi hari paling bersejarah bagi saya sekaligus istri, sebagai orangtua dari Wafa. Juga paling bersejarah bagi anak pertama saya, Wafa. Pasalnya, hari itu merupakan pertama kalinya Wafa ikut Jum'atan saya ke masjid terdekat. Masjid Baitussalam di desa Sawo kecamatan Campurdarat.
Sebagai orangtua, saya dan istri sangat terharu. Momen seperti ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami. Dimana, Wafa yang saat itu usianya kurang lebih dua tahunan, ngengkel ikut saya menunaikan shalat Jum'at.
Ceritanya, Wafa yang lihat saya pakai sarung, pakai baju koko dan berkopyah sering bertanya :"Bah..nandi bah?"(Bah..mau kemana bah?). "Bade Jum'atan le,,(mau Jum'atan le,,,). "Nderek baaaah..."(ikut baaaah). Mendengar itu, saya dan istri "dag dig dug ser" bagaimana tidak, beberapa pertanyaan terngiang dipikiran. Jika nanti Wafa benar-benar ikut, khawatir akan terjadi apa-apa, minta pipis di waktu khutbah, pulang, atau kerewelan-kerewelan yang lain.
Namun akhirnya, pikiran itu kami pendam sedalam-dalamnya. Saya memantabkan hati, jika kerewelan-kerewelan itu terjadi, ya semua saya pasrahkan pada-Nya. Saya niatkan untuk mendidik Wafa dengan jalan-Nya. Gitu saja cukup.
Akhirnya Wafa jadi berangkat. Wafa saya gendong, secepatnya istri ambil HP dan memotret momen itu. Saya jalan kaki. Karena masjid Baitus Salam yang tidak terlalu jauh dari rumah. Cukup sekitar dua menit sudah sampai.
Sesampai di masjid, saya coba atur strategi. Bagaimana Wafa nanti selama prosesi khutbah dn shalat Jumat tidak bosen. Strategi pertama yang saya lakukan ialah memilih shaf yang ideal. Nah, menurut saya shaf yang paling ideal ini ialah shaf yang dekat dengan anak-anak. Dengan pilian ini, jika Wafa bosan, akan ada teman bermain. Akan tetapi porsi 'bermain' Wafa saya batasi. Permainan itu hanya sebatas 'ngliling' pengalihan perhatiannya saja. Strategi pertama cukup ampuh.
Kedua, disaat khutbah berlangsung, Wafa sering saya jowal jawel. Dengan niatan yang sama. Agar ia tidak bosen dan bergegas mau pulang. Alhamdulillah, strategi ini juga berjalan cukup baik.
Dari kedua strategi inilah, akhirnya Wafa dapat menyelesaikan Jum'atan pertamanya. Ditambah lagi, lingkungan ketika pulang, Wafa dapat oleh-oleh sedekah Jum'ah. Praktis ini nanti akan mendorong semangat Wafa untuk giat melaksanakan shalat jumat...hehe.
Sesampai di rumah, Wafa banjir pujian dari ibundanya. "Ya Allaah,,,,cah baguus,,nderek jum'atan". Sapa ibunda dengan cium pipi kanan pipi kirinya. Selamat lee...awal yang baik. Semoga jadi anak yang sholeh, aamiin..
Tulungagung, 4 April 2023


Komentar
Posting Komentar