Pada tanggal 24 Februari 2023 sesaat pulang ngantor, saya diberitahu istri, "ada kabar baik, besok, sampean ganti kostum..." katanya sambil senyam senyum menatap saya. Kabar ini membuat saya jadi penasaran. Karena, istri hanya berkata seperti itu. Tidak melanjutkan informasi dengan lengkap. Hal ini membuat saya bertanya-tanya. Saya todongpun tidak mau juga menjelaskan. Hmmm..bikin penasaran.
Akhirnya dia buka suara lagi, "wau gak sengaja buka hp sampean...Assalamualaikum...". titik. gak dijelaskan apa maksut pesans singkat di wa saya. Hmm...jadi lebih penasaran. Pingin langsung buka hp sendiri, baca wa sendiri, agar hilang rasa penasaran saya.
Dengan pakaian yang masih berlumur debu, saya masuk rumah mencari keberadaan gawai saya. Gawai ketemu, saya buka wa. Ada pesan singkat dari Pak Zainal Arifin Koordinator alih status STIT Sunn Giri.
Inti dari pesen singkat ini, undangan kehadiran saya ke kampus tersebut. Pada tanggal 25 Februari 2023. Acaranya, visitasi dari tim ahli kopertais wilayah V Surabaya. Pukul delapan pagi.
Mendengar kabar ini, saya tersenyum sumringah. Alhamdulillah, akhirnya kabar yang ditunggu juga tiba.
Info ini, memang saya tunggu-tunggu dan beberapa alumni UIN Satu lain yang mendaftar sebagai dosen disana.
Sabtu pagi, saya memulai persiapan. Tidak banyak yang perlu disiapkan. Hanya mandi dan sarapan. Pukul tujuh tet, saya salaman sama emak dan istri, dan tak lupa pada si bocil Wafa. Saya minta izin berangkat.
Meski undangannya jam delapan, jam tuju saya sudah berangkat. Mengingat jarak tempuh yang lumayan jauh. Saya cek di google map, sekitar 40 an km. Jarak ini sudah saya ukur, perkiraan perjalanan saya nanti antara 45 sampai 1 jam. Jika lalu lintasnya lancar. Tapi jika tidak, waktu itu bisa molor. Selain itu, jalan yang tidak mulus juga menjadi pertimbangan saya. Rute yng saya lalui dari rumah, jalanan sudah rusak seperti di desa Gamping yang banyak lubang, Dari Campurdarat ke arah Bandung yang jalanan sempit, rute dari perempatan Bandung ke Durenan banyak jalan bergelombang. Praktis, rute ini menjadi pertimbangan saya. Gak ada alternatif lain. Ini jalan satu-satunya. so,,,harus saya nikmati.
Alhandulillah, tepat pukul delapan saya sudah sampai di kampus. Saya orang kedua yang hadir. Ada kawan calon dosen lain yang sudah menunggu di teras maajid. Sedikit saja saya bercuap-cuap, "mau ikut visitasi ya mas? dari jurusan apa?" tanya saya. "iya mas, saya HKI, smn?" jawabnya kemudian menimpali pertanyaan pada saya. "IAT mas". jawab saya.
Tidak berselang lama, kawan-kawan calon dosen lain bermunculan. Senang rasanya bisa ketemu dengan kawan-kawan yang senasip seperjuangan. Pertemuan itupun saya manfaatkan untuk bertegur sapa untuk saling mengenal lebih dekat.
Tidak lama juga, dari teras kampus tampak pak Zainal menyapa kami yang sedang menunggu di teras masjid. "Sek, ditunggu nek kunu ae ya..ws tak siapne, tempate maksute..hehe" candaan pak Zainal, "wis ngopi durung? imbuhnya sambil tertawa ringan. Kami timpali dengan senyuman balik.
Jam sembilan kami dipersilakan masuk ruangan tempat penyambutan tim ahli. Lokal berada di lab bahasa. Hampir satu jam di lokasi ini, kami menunggu kedatangan tim ahli dari Surabaya.
Sekitar pukul sepuluh beliau mulai tampak di area kampus, dan langsung saja dipersilakan masuk ruangan. Sejenak kemudian, acara dimulai. Yang pertama memberikan sambutan oleh ketua STIT, Pak Dr. Yahya. Beliau memberikan ucapan dan sambutan pada tim ahli yang datang dua orang, Pak Dr. Ilhamullah Subhan dan yang satu lupa namanya.
Inti dari visitasi ini ialah pengarahan dari tim ahli kopertais Surabaya untuk alih status kampus tersebut. Beliau-beliau memaparkan bagaimana syarat-syarat yang harus ditempuh pengelola STIT, mulai dari persiapan pengadaan tenaga pengajar, lahan tempat diselenggarakannya perkuliahan, dan lain sebagainya. Dari sinilah pihak kampus menjadi tau alur dan persyaratan yang harus dipenuhi dan kemudian menjadi tindak lanjut proses selanjutnya.
Acara ini tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 1 jam setengah. Karena tim ahli, jam 12 tet harus kembali ke Surabaya lagi. Dikarenakan jadwal kunjungan mereka yang sangat padat. Selepas itupun kami dipersilakan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Dari pertemuan ini, mayoritas yang hadir di kampus ini, semua berharap semoga proses alih status ini berjalan lancar. Secara pribadi saya juga berharap, agar perjalanan karir saya menemui titik terang. Menjadi seorang pengajar/dosen. Saya menyadari bahwa untuk melangkah ke sesuatu yang besar perlu diawali dari hal terkecil. Ketika cita-cita ingin bergabung pada instansi yang besar juga perlu dimulai dari yang terkecil. Begitulah kiranya proses dan pengorbanan yang perlu kita perjuangkan.
Tulungagung, 25 Februari 2023

Komentar
Posting Komentar