Teringat sebuah statemen yang dikatakan oleh Rene Descartes yang populer itu, 'cogito ergo sum' yang berarti 'aku berpikir maka aku ada'. Statemen ini begitu familiar di kalangan filsuf, bahkan hingga ke masyarakat luas (awam). Statemen yang 'awet' seperti ini tentu tidak datang 'tiba-tiba', datang tidak secara instan. Melainkan dengan perenungan yang mendalam sehingga lahirlah ungkapan tersebut.
Pernyataan itu patut diapresiasi, karena telah merubah 'mindsid' orang banyak. Meskipun pada akhirnya, menjadi sasaran kritik bagi filsuf lainnya.
Berkaitan dengan statemen ini, saya hendak menyamakannya dalam dunia literasi. Statemen 'Aku Menulis, Maka Aku Ada' menurut saya perlu ditanamkan bagi setiap kalangan, terutama bagi para akademisi. Karena kita tahu ada segudang tujuan dan manfaat yang ada dari perjuangan menulis.
Bagi saya, menulis menjadi sebuah ajang dan ekspresi akan eksistensi. Saya berkeyakinan, jika kata-kata yang terucap tidak akan berlangsung lama. Informasi dari media ini tidak bakal awet. Dan akan lekang oleh waktu.
Beda halnya dengan tulisan, kekuatannya dapat menembus ruang dan waktu. Saya sudah buktikan, kalo tidak percaya boleh dicoba.
Tulungagung, 11 Maret 2022
Komentar
Posting Komentar