Setiap orang yang menanam pasti akan panen. Kata-kata ini sangat familiar di komunitas umat Islam. Mungkin sebagian orang menyangka itu sebuah hadis yang diampaikan Rasulullah pada umatnya. Tetapi itu bukanlah hadis, melainkan kata mutiara.
Maksud dari maqolah itu jelas, karena mencakup hukum kausalitas (sebab-akibat) dalam kehidupan di dunia ini. Maksud dari maqolah itu, yang saya dengar-dengar dari para ustadz ialah menanam 'perilaku' atau amal. Sehingga dikatakan seseorang yang menanam kebaikan pasti akan memanen kebaikan pula dan sebaliknya jika menanam keburukan pasti juga akan memanen keburukan pula. Kalau tidak di panen di dunia, maka akan panen di akhirat kelak. Kiranya itulah inti dari judul di atas.
Namun disini saya tidak ingin meneruskan penjelasan maqolah di atas. Hanya ketepaan saja, pada bulan ini di desa saya sedang ramai musim menanam padi. Pada saat itulah bertepatan pada hari Selasa 14 Desember 2021 saya turut membantu menanam padi bersama ortu. Maklum anaknya petani, ya tugas bantunya juga ke sawah.
Ceritanya, pagi-pagi saya sudah diberi tahu emak kalau nanti suruh bantu tanam padi di sawah. Segala persiapan sudah dilakukan, mulai sarapan dan perbekalan lain semua sudah siap. Kamipun berangkat ke sawah yang tidak jauh dari rumah. Sesampai di sawah telah ada beberapa orang yang dimintai tolong emak untuk bantu tanam padi. Mereka para tetangga deket rumah yang utamanya para ibu-ibu. Selain itu, masih ada juga tukang luku yang masih bekerja menyelesaikan beberapa galengan.
Tugas saya di sawah, membantu menyebar benih yang sudah tukul sekitar 10-15 an cm. Benih itu sebelumnya telah dijabuti bapak sejak kemarin, sehingga saya hanya bantu nyebarkan saja. Dari benih tersebut saya pungut dan saya adahkan bak, kemudian saya sunggi di atas kepala saya antarkan ke ibuk-ibuk yang menanam. Dari tanaman inilah bapak dan emak berharap nanti bisa panen padi yang melimpah.
Komentar
Posting Komentar