Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut

 Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut. Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya. Inilah salah satu ayat yang berbunyi dalam Alquran. Allah telah menetapkan bagi semua makhluknya, manusia, binatang, tumbuhan dan lain sebagainya memiliki masa atau waktu hidup di dunia ini. Tidak jarang makhluk yang masih balita sudah meninggal dunia, begitu juga dengan makhluk-makhluq yang sudah menua.


 Kematian adalah hak prerogatif Allah. Semua makhluk dalam genggamanya, ingin menghidupkan atau mematikan makhluqnya menjadi keputusan yang tidak dapat diganggu gugat. Semua itu terserah pada-Nya. Lha wong semuanya itu milik-Nya, ya wajarlah kalau bertindak sesuka hati. Innalillahi wainnailahi rajiun, sesungguhnya kami adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.


Tadi malam, tanggal 2 Desember 2021 pukul 19.30 saya mendapati info dari beberapa grup whastapp kaget mendengar kabar kewafatan Kiai Basuni Muhtar. Beliau merupakan pengasuh pondok pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Mayan Lor, Kranding, Mojo, Kediri. Beliau merupakam abah dari teman saya sejak MI sampai MA, Neng Obik.


Kiai Basuni sebelumnya telah di rawat di rumah sakit Bayangkara kota Kediri. Dapat info dari teman, beliau terkena gejala struk. Kondisinya semakin hari semakin memburuk katanya hingga akhirnya wafat tadi malam.


Beliau merupakan guru kami, guru dari semua warga desa kami. Termasuk sesepuh desa Kranding yang begitu dihormati. Beliau termasuk orang yang alim, selain mengajar si ndalemnya sendiri beliau juga mengajar di pondok pesantren al-Islahiyah Kemayan, Kranding asuhan KH. Najib Zamzami. Jasa beliau bagi kami murid-muridnya tidak terhingga. Kini beliau sudah tiada, kami hanya dapat mendoakan semoga amal ibadah panjenengan diterima disisi-Nya dan diampuni segala kesalahanya. Amin. Teruntuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.


Tulungagung, 3 Desember 2021

Komentar