Konsep Menulis ala A. Fuadi (Penulis Novel Negeri Lima Menara)

 

Thoriqul Aziz

Hari ini Minggu, 10 Oktober menjadi momen yang bahagia sekaligus tidak membahagiakan. Bahagia karena hari ini, pukul 09.00 WIB ada kegiatan Webinar dan Bedah Buku dengan tema "Berangkat dari Pengalaman". 


Tidak bahagianya, pada hari ini (pagi tadi) dapat kabar bahwa ada pemadaman listrik, untuk sebagian kecamatan Campurdarat dan sekitarnya. Waktu pemadaman cukup lama, jam 09.00 sampai 17.00 WIB. Yang pasti saja, belum ada jam 9, listrik sudah padam. 


Alhamdulillahnya, hp semalem sudah dicas penuh dan berharap kuota dapat mencukupi selama webinar. Saya tidak akan bahas tentang bedah bukunya, disini saya hendak menceritakan sedikit yang saya tangkap dari webinarnya saja.


Pemateri webinar ini ialah sosok yang tidak asing lagi dalam dunia literasi, Ahmad Fuadi penulis novel Negeri Lima Menara. Disini, penulis yang lahir dari daratan Maninjau itu menceritakan kiat-kiat menulisnya sehingga menjadi penulis profesional. Satu hal yang menjadi ciri khas darinya, menulia berdasarkan pengalaman.


Akan tetapi, tidak cukup sampai disitu. Menulis menurutnya membutuhkn konsep yang jelas dan terarah. Oleh karenanya, ia membuat suatu konsep sebelum menuliskannya. Adapun konsep tersebut yaitu:


Pertama, konsep berasal dari hati. Maksudnya, ketika kita hendak menulis, tanyakan dulu dari hati terdalam kita, mau menulis apa? dan menulis untuk apa?. Dengan pertanyaan ini, kita akan tau arah dan tujuan menulis kita.


Kedua, pilih tema yang dekat dengan hati. Dengan membatasi tema yang kita tulis, alur dan arah kita dalam menulis menjadi jelas. Menurutnya, memilih tema yang sesuai dengan kesukaan atau passion kita itu lebih baik, yang kira-kira kalau kita bercerita gak akan pernah bosan menulis tema tersebut dan tidak ada habis-habisnya.


Ketiga, tekhnik menulis. Dalam menulis, tidak hanya menulis atau hanya sekedar bercerita saja. Ada tekhnik yang harus dikuasai. Dalam hal ini, riset menjadi  yang kuat menjadi hal wajib yang harus dilakukan seorang penulis. Dari riset inilah yang nantinya membuat tulisan kita menjadi tulisan yang kaya akan data.


Keempat, kapan mau menulis? ya sekarang. Ini menjadi konsep terakhir A. Fuadi. Setelah menerangkan kiat-kiat di atas, ini menjadi aplikasi dari semua kiat-kiat di atas. Menurutnya, jangan menunda-nunda untuk tidak segera menulis. Pegan laptop lalu mengetiklah.


Tulungagung, 10 Oktober 2021

Komentar