Jadilah yang 4 dari yang 5

 


oleh: Thoriqul Aziz


Saya teringat dawuh guru madrasah ketika sekolah diniyah dulu di masjid kampung. Guru saya namanya Kang Rohman, lengkapnya Abdurrahman. Saat ini beliau menjadi dosen di IAI Diponegoro Nganjuk.


Salah satu materi yang pernah diajarkan, disela-sela ngaji kitab Tanwirul Hija, beliau mengutip maqolah. "Kun 'aliman aw muta'alliman aw mustami'an aw muhibban wala takun khomisan" yang berarti jadilah orang yang berilmu atau sebagai pencari ilmu atau sebagai pendengarnya atau sebagai pecinta ilmu dan jangan menjadi yang kelima (tidak menjadi semua kriteria tersebut).


Pesan pertama dari maqolah itu, kita sebagai seorang muslim kalau bisa menjadi seorang yang alim. Orang yang berilmu. Orang yang memiliki banyak ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah. Selain itu, hanya dengan karwba ilmu seseorang akan sukses di dunia dan akhirat.


Jika tidak bisa menjadi yang pertama, jadilah seperti orang yang kedua yaitu 'muta'aliman' sebagai pencari ilmu. Ini menjadi pesan berarti bagi saya. Karena pesan ini memang menjadi kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Semua wajib mencari ilmu, dari buaian hingga akhir hayat.


Sementara opsi selanjutnya ialah 'mustami'an' yaitu sebagai pendengar. Tentunya, pendengar dalam kajian keilmuan. Opsi ketiga ini dijadikan sebagai pilihan ketika tidak bisa menjadi yang pertama dan kedua. 


Posisi keempat ialah 'muhibban'. Seseorang yang tidak bisa menempati posisi pertama, kedua, dn ketiga hendaklah jadi yang keempat. Posisi sebagai pecinta ilmu. Seseorang yang masih mempunyai rasa cinta terhadap ilmu, masih mempunyai kedekatan dengan posisi sebelum-sebelumnya. 


Jika semua pilihan di atas tidak dapat dimiliki, maka janganlah menjadi orang yang kelima (wa la takun khomisan). Yaitu tidak memiliki keempat kriteria di atas. Naudzubillah.


Kediri, 27 Agustus 2021

Komentar