Oleh: Thoriqul Aziz
Di tengah-tengah pandemi seperti ini. Pesta akbar sepak bola di benua Biru tetap berlangsung yang biasa disebut Euro. Iya, mulai kemarin, tanggal 12 Juni euro sudah dimulai. Yess.
Tidak dapat dipungkiri, sepak bola merupakan permainan yang begitu populer dan paling banyak penggemarnya di planet bumi ini, menurut saya. Iya, karena saya hobi main bola sejak kecil. Bahkan cita-cita saya dulu, kalo besar pengin jadi pemain bola (bukan jadi penulis..🙈). Tapi semua itu berubah setelah negara Api menyerang.
Bermain sepak bola, dimanapun berada pasti rame. Ya bagaimana tidak, dalam sepak bola mainnya selalu rame-rame. Satu tim terdiri dari sebelas orang. Sedangkan yang main ada dua tim, jadi ada 22 orang yang main. Yang lebih membuat rame, bolanya cuma satu. Direbutkan oleh 22 orang. Barangkali itu ya yang paling membuat rame..hehe.
Berbicara tentang sepak bola. Saya jadi ingat dawuh Prof. M. Quraish Shihab. Btw, beliau juga termasuk penggemar bola lho. Masa kuliah di al-Azhar belio sering main bola sama temen-temen ngopinya. Jaan..ternyata Wow, tokoh populer seperti beliau ternyata juga bisa kena virus sepak bola ya. Beliu demen klub yang namanya Real Madrid. Waduh, jadi kontras sekali dengan saya, yang demen sama Barca. Saya gak bisa bayangin kalo pas elclasico dan nonton bareng sama beliau..hehe.
Btw, ada kabar baik nih bagi penggemar bola. Ternyata, main bola itu ada filosofinya. Abi Quraish pernah dawuh bahwa "hidup itu bagai main sepak bola". Lhoo, koq bisa. Bukannya sepak bola itu sebuah permainan? jadi hidup di dunia itu untuk main-main sajakah?
Bukan, bukan begitu maksudnya. Abi Qurais melanjutkan. Dalam bermain sepak bola, ada beberapa hal yang membuat permainan sepak bola jadi indah. Main bola itu harus ada kerja sama tim. Wajib hukumnya. Tujuannya satu, untuk mecetak goal. Ronaldo dan Messi gak bakalan menang, kalo tidak kerjasama dengan timnya. Btw, maaf ya fans..he. Tapi memang benar lo ya, kalo main bola ya harus kerjasama. Titik.
Dari situlah kita dapat belajar. Dalam hidup, kita harus saling kerjasama dengan lain. Mustahal, kita hidup sendirian. Kita harus kerjasama dengan tetangga, dengan teman kerja, dan lain-lain. Tujuannya hanya satu, untuk mencapai sukses dengan semua yang dibutuhkan dalam hidup.
Dalam main bola, kita dituntut untuk sportif. Antara pemain satu dengan yang lain. Ada aturan-aturan permaiman yang harus diperhatikan. Jika aturan dilanggar, peluit akan disemprit. Terjadilah pelanggaran. Bahkan bisa dikartu kuning. Kalo pelanggarannya cenderung membahayakanakan dikartu merah. Dan dikeluarkan dari lapangan.
Iya begitulah hidup. Kita harus sportif. Tidak boleh melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan seterusnya. Dengan sportif, hidup jadi lebih indah dan harmonis. Akhirnya, segala tujuan hidup juga akan terpenuhi.
Kediri, 16 Juni 2021
Komentar
Posting Komentar