Sambatan: Tradisi Gotong Royong dalam Masyarakat Jawa



Oleh: Thoriqul Aziz


Secara leksikal, kata sambatan berasal dari  bahasa Jawa, 'sambat' yang memiliki arti mengeluh, tidak mampu, atau  meminta tolong. Dilihat dari katan tersebut, jika ditranformasi dalam bahasa Arab adalah bentuk kata tunggal/mufrad. Kemudian kata tersebut ditambah dengan akhiran 'an', menjadi sambatan, yang memiliki arti 'plural' atau jamak dalam bahasa Arab.


Sementara secara istilah, sambatan adalah gotong royong yang dilakukan komunitas Jawa saat salah satu dari mereka memerlukan bantuan dari yang lain. Ilustrasinya, seseorang yang akan membongkar rumah yang hendak direnovasi misalnya, mereka akan berkunjung ke rumah-rumah tetangganya. Mereka 'sambat' pada tetangga tersebut, karena merasa tidak mampu untuk melakukannya sendiri.


Mereka meminta bantuan pada tetangga yang lain untuk merelakan sedikit waktu dan tenaganya untuk gotong royong membongkar rumah tersebut. Kunjungan si tukang 'sambat' tadi sekaligus telah memberikan informasi pelaksanaan sambatan.


Pada hari yang telah ditentukan tiba, berkumpulah para tetangga dirumah orang yang 'sambat' tadi dan barulah mengerjakan apa yang disambatkan oleh si tukang 'sambat'.


Demikian, sambatan dalam komunitas Jawa merupakan tradisi yang telah ada. Sambatan digunakan sebagai bentuk rasa persaudaraan mereka antara tetangga satu dengan yang lain. Dalam sambatan, tidak mengenal kasta, ras, dan golongan. Setiap mereka yang bertetangga menjadikan sambatan sebagai 'alat' saling tolong menolong dengan sesama.


Tulungagung, 30 Mei 2021

Komentar