Oleh: Thoriqul Aziz
Basmalah menjadi salah satu ayat Alquran yang paling istimewa dari ayat-ayat lain. Akan tetapi bukan berarti penulis tidak menganggap ayat-ayat lain juga mempunyai keistimewaan, tidak. Setiap ayat memiliki keistimewaan tersendiri dari ayat-ayat yang lain. Namun, basmalah menjadi ayat yang unik. Pasalnya, ayat ini mendapat tempat tersendiri dalam komunitas muslim. Iya, ayat ini selalu dibaca ketika hendak mengerjakan segala sesuatu pekerjaan.
Masyarakat Islam sebelum turunnya surat al-Naml tidak membaca basmalah seperti yang sekarang kita dengar. Dahulu, umat Islam membaca Bismikallahumma, kemudin Bismillah. Setelah turun Qulid 'ullaha awid'urrahman, umat Islam membaca bismillahirahman. Kemudian yang terakhir setelah surat al-Naml, tepatnya ayat wa innahu mun sulaimana wa inna hua bismillahirrahmanirrahim. Baru kemudian mereka mengucap bismillahirrahmanirrahim.
Mayoritas ulama Indonesia menerjemahkan "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Namun hal ini tampak berbeda dengan terjemah yang dilakukan Hasbi ash-Shiddiqie dalam Tafsir an-Nur. Ia menerjemahkan basmalah "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah yang senantiasa mencurahkan rahmat-Nya". (Tafsir an-Nur: 2011, 13).
Terlepas dari variasi terjemahan tersebut, yang pasti basmalah merupakan ayat yang di dalamnya terkandung makna yang agung, yaitu sifat Allah swt sebagai Yang Maha Kasih (rahmat). Begitu besar kasih-Nya kepada setiap makhluq sehingga melebihi murka-Nya. Siksa yang diberikan Allah pada makhluqnya, baik di dunia mupun di akhirat bukan berarti Allah "Maha Pemarah". Melainkan, hal tersebut sebagai bentuk _tarbiyah_ kepada para hamba-Nya agar tidak terjerumus ke dalam lembah kesesatan.
Para ulama sepakat bahwa basmalah menjadi bacaan yang sangat dianjurkan untuk diucapkan dalam mengawali segala sesuatu pekerjaan. Hal ini berlandaskan hadis Nabi saw: _Kullu amrin dzi balin la yubda'u bibismillahirrahmanirrahim fahuwa ajdam_(setiap pekerjaan yang berarti tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka keberkahan akan terputus).
Basmalah ditempatkan pada awal surat Alquran, hal ini mengindikasikan bahwa segala bentuk yang difirmankan dalam Alquran baik itu itu meliputi hukum, sejarah, sosial, dan yang selainnya berasal dari Akkah swt. Juga dengan seolah-olah Allah memerintahkan pada Nabi Muhammad ketika hendak membaca Alquran, diharuskan membaca basmalah terlebih dahulu.
Manyadari hal demikian, sudah sepatutnya menjadikan basmalah sebagai bacaan sehari-hari dalam mengawali setiap aktivitas. Dalam konteks ini, para ulama menggaris bawahi bahwa aktivitas tersebut tidak mengarah pada hal-hal yang munkar. Basmalah hanya boleh dibaca dengan orientasi perbuatan-perbuatan yang di ridhai Allah swt.
Kediri, 26 Februari 2021
Semangat gus
BalasHapusMantabekk
BalasHapusSuatu pekerjaan yg diawali dengan basmalah, maka pekerjaan yg dilakukan mendapatkan keberkahan.
BalasHapus