Oleh: Thoriqul Aziz
Sejarah berdirinya negara Indonesia melalui dinamika perjuangan yang sangat panjang nan melelahkan. Semenjak melepaskan diri dari belenggu panjajahan kolonial Belanda dan Nipon pada tahun 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Semenjak saat itu pula, negara yang baru lahir ini "kebingungan" menentukan arah dan tujuan bangsa.
Banyak para tokoh-tokoh penting di negara saat itu menginginkan Indonesia sebagai negara Islam, yakni negara yang diatur dengan syariat-syariat Islam. Sementara sebagian yang lain menginkan sebagai negara republik dengan sistem demokrasi yang berdasarkan Pancasila, dan lain sebagainya. Akhirnya melalui perdebatan yang alot telah diputuskan Indonesia sebagai negara republik dengan sistem demokrasi.
Demokrasi pengertian secara umumnya, ialah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Salah satu ciri negara demokrasi adalah memilih pemimpin melalui pemilihan umum (pemilu). Nah, disini kita pasti dihadapkan pada para calon pemimpin yang mungkin jumlahnya lebih dari satu, bisa dua calon, tiga calon, bahkan lebih.
Berkaitan dengan hal ini besok tanggal 9 Desember 2020, sebagian besar wilayah di Indonesia melaksanakan pesta demokrasi pilkada secara serempak. Termasuk di daerah saya, Kediri. Di beberapa daerah ada beberapa pasangan calon yang mengajukan diri sebagai pemimpin daerah masing-masing selama lima tahun ke depan. Namun berbeda dengan daerah saya, yang hanya terdapat satu paslon.
Jika kita dihadapkan beberapa paslon dan kebingungan dalam menentukan pilihan, dalam hal ini agama telah hadir untuk 'membina' umatnya sebelum memutuskan pilihannya. Ada kaidah yang perlu diketahui dalam hal ini, jika kita dihadapkan pada dilema di atas, agama menganjurkan untuk mengetahui latabelakang dan sikap masing-masing paslon.
Jika sudah mengetahui, maka agama menganjurkan untuk memilih yang terbaik. Tidak mungkin di antara paslon memiliki kadar kebaikan yang sama. Namun jika hal itu terjadi, agama menyarankan untuk memilih yang sedikit kadar "keburukannya". Namun jika masih memiliki kesamaan, lebih baik Anda bertanya kepada orang yang lebih tahu terkait dengannya. Sebagaimana firman-Nya, Fas alu ahla al-Dzikri inkuntum la ta'lamun (bertanyalah pada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui). Pasti orang-orang seperti inilah yang dekat dengan Allah dan dengan petunjuk-Nya ahli dzikir dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Demikianlah agama menuntun para umatnya. wallahu'a'lam....
#Tulungaung, 04 Desember 2020
Tanggal 9 saya juga ikut meramaikan pesta demokrasi di daerah saya. Semoga paslon yang nantinya terpilih dapat amanah
BalasHapusaamiin..bgtu jg daerah sy pk
Hapus