oleh: Thoriqul Aziz
Salah satu sifat yang melekat pada setiap diri manusia adalah lupa. Manusia mana yang selama hidupnya tidak pernah mengalami lupa. Lupa menaruh kunci rumah, kunci motor atau yabg lainnya. Pasti semua umat manusia mengalami hal tersebut. Sebagaimana sabda Nabi saw, al Insanu mahalul khoto' wa nisyan (manusia itu tempatnya salah dan lupa). Sehingga menjadi hal yang wajar dan maklum apabila anak Adam mengalami hal tersebut.
Dalam keadaan-keadaan tertentu, sifat ini dapat menjengkelkan bahkan mengakibatkan kemarahan dengan sendirinya bagi yang mengalami hal tersebut. Seperti lupa kalau ada agenda penting yang harus ia datangi, rapat kerja, janjian dengan orang lain, atau suatu hal yang harus ia kerjakan saat itu juga. Pasti hal ini menjadi suatu hal yang tidak menyenangkan bahkan sampai menyalahkan Sang Pencipta. Na'udzubillah..
Namun perlu diingat pula dengan siapa yang menciptakan sifat tersebut. Tuhanlah yang telah menciptakan kadar dan ukuran baik ataupun buruk bagi manusia. Bukankah Allah telah menjadikan manusia dengan ciptaan yang paling baik? "laqod kholaqna al-insana fi ahsani taqwim". Baik bentuk, rupa, maupun sifat-sifatnya. Dengan hal ini tidak pantas kita terus berburuk sangka pada Sang Pencipta.
Pernahkah kita berpikir sebaliknya, apa hikmah yang ada dibalik sifat tersebut. Tentunya perlu kita ungkap agar kita tetap berbaik sangka dengan Sang Pencipta. Adapun hikmah sifat ini, ketika
ada seseorang yang dicintai pergi meninggalkan kita, baik pergi merantau maupun pergi untuk selamanya (meninggal dunia). Jika bukan karena sifat tersebut pasti kita tidak dapat berhenti memikirkannya. Yang terjadi akan menyiksa dan menyakiti diri sendiri. Hal ini merupakan salah satu hikmah di balik beberapa hikmah yang lain dan belum dapat terungkap.
#Kediri, 06 November 2020
#Jumah Berkah
Mantab. Selalu berbaik sangka kepada Allah SWT
BalasHapusiy buu
BalasHapus