Anjuran Bekerja Keras

 

oleh: Thoriqul Aziz


Mengutip satu ayat Alquran surat al-Rahman, wa kulla yaumin huwa fi sa'n "dan setiap hari Dia selalu dalam keadaan sibuk". Dari pengertian ayat di atas bahwasanya memcerminkan 'sifat' Allah swt selalu dalam 'kesibukan'. Namun jangan salah memahami tentang hakikatnya tuhan dengan membayangkan bahwa Tuhan sama dengan makhkuk lainnya. Hal ini tidak dibenarkan. Tuhan tetaplah berbeda dengan makhluk lainnya/mukholafatu lil hawaditsi atau clear and distinc dalam bahasa Derida. bagai seorang manusia, sudah menjadi suatu keharusan untuk mempertahankan hidup sesuai kadar kemampuan yang dimilikinya. Pemahman yang dapat ditarik dari ayat di atas ialah sebagi pelajaran bagi umat manusia yang menjadikan Alquran sebagai pedomannya. Dikatakan dalam ayat tersebut, bahwa Allah selalu dalam keadaan sibuk. Hal ini dapat dipahami dalam dua hal. Pertama, pelajaran untuk memanfaatkan waktu. Kedua, pelajaran untuk bekerja keras. Dua hal ini memang berkait kelindan, yang satu dengan lainnya ubarat sisi mata koin yang tidak dapat dipisahkan. 


Dalam konteks pemanfaatan waktu, agama selalu mengajarkan pada suatu hal yang baik, yakni hendaknya setiap manusia mempergunakan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Karena sebagaimana pepatah Arab yang mengatakan 'al-waqtu ka syaif' waktu ibarat pedang. Maksutnya, waktu yang tidak dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya akan 'menusuk' yang selanjutnya 'membunuh' manusia. Maksutnya, orang yang 'terbunuh' ini ialah mereka yang  'menyesal' karena telah kehilangan waktu yang telah berjalan yang tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena mengingat "waktu" tidak akan dapat diputar untuk kedua kalinya.


Mengingat pentingnya akan waktu tersebut, menjadi relevan untuk dituntut bekerja keras dalam setiap waktu. Dari pemahaman ayat di atas, "Allah selalu dalam keadaan sibuk". Dari realita ini dapat dipahami, bisa jadi Allah selalu bekerja keras dalam setiap saat. Jika demikian, ini merupakan isyarat bagi umat manusia untuk meneladani salah satu sifat-Nya, yakni bekerja keras. Agama memang memberi pelajaran pada umatnya untuk selalu bekerja keras agar tetap diakui eksistensinya oleh umat yang lain. Bekerja keras memang dianjurkan, asalkan tetap dalam koridor yang telah ditentukan oleh agama. Artinya, kerja keras yang kita lakukan jangan sampai menjerumuskan kita ke dalam lembah kehinaan. wallahu'a'lam...


#Tulungagung, 27 November 2020

#Jumahberkah

Komentar

Posting Komentar