Syeh Ihsan Jampes: Ulama Populer dari Kediri

 


Oleh: Thoriqul Aziz


Secara geografis, Kediri merupakan sebuah kota  kecil yang berada di Jawa Timur. Di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Jombang. Sebelah Timur berbatasan dengan kabupaten Malang dan Blitar. Sebelah Selatan dengan kabupaten Tulungagung. Dan sebelah Barat dengan kabupaten Ponorogo. Disebut sebagai kota kecil karena, sangat jauh dibanding dengan kota besar lainnya Surabaya misalnya. Meskipun demikian, kota ini sudah dikenal ratusan tahun yang lalu pada masa kerajaan Kediri.


Selain itu, kota ini dikenal karena terdapat beberapa orang hebat didalamnya, seperti Syeh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes (Biasa dipanggil Syeh Ihsan Jampes). Kata terakhir di belakang namanya tersebut (Jampes) adalah sebuah dusun di desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, suatu daerah yang ada di Kediri bagian utara. Nama Syeh Ihsan begitu populer dalam komunitas akademik, utamanya kalangan pesantren. Beliau dikenal tidak hanya di Kediri saja, melainkan di kota-kota lain di Indonesia bahkan sampai mancanegara.


Di Kediri ia populer dikenal sebagai pengasuh pesantren Jampes (pesantren al-Ihsan). Namun, ternyata lebih dari itu. Di luar Kediri ia lebih dikenal yang kepopuleran tersebut tidak terlepas dari karya tulis yang telah dihasilkan semasa hidupnya. Ada beberapa karya tulis beliau yang hingga saat ini masih dipelajari di Universitas al-Azhar, Kairo (Mesir) yaitu Shiraju al-Tholibin yang orientasinya pada bidang tasawuf.  Sehingga dengan kepopuleran melalui karya tersebut, ulama yang lahir sekitar tahun 1901 ini dikenal sebagai ahli tasawuf. Padahal beliau tidak hanya menulis pada bidang tersebut, terdapat bidang lain yang juga menjadi perhatiannya seperti fikih dan hadis. 


Beliau juga mahir dalam ilmu Falak yang dibuktikan dengan munculnya karya tulis dibidang ilmu tersebut, berjudul Tashrih Al-Ibarat , penjabaran dari kitab Natijat Al-Miqat karangan KH Ahmad Dahlan, Semarang. Perhatian lain juga ditujukan oleh kiai yang suka ilmu pedalangan ini terhadap masalah yang tersebar di masyarakat tentang 'rokok dan kopi' yang ditulis menjadi sebuah kitab berjudul, Irsyad al-Ikhwan fi Syurbati al-Qahwah wa Dukhan. Karya ini adalah gubahan syair dari kitab awal yang ditulis oleh KH Ahmad Dahlan Semarang yang berjudul Tadzkirah Ikhwanfi Bayani Qahwah wad Dukhan. Dan masih terdapat karya-karya tulis lainnya.


#Kediri, 9 Oktober 2020

#JumahBerkah

#LiterasiParaKiai14

Komentar