Sonjo: Tradisi Perekat Generasi


Oleh: Thoriqul Aziz


Istilah di atas, cara baca huruf 'o' nya sebagaimana kita mengucapkan kata 'lontong'. Sonjo merupakan sebuah tradisi yang sampai saat ini dilakukan di desa Sawo, suatu desa yang terletak di Kecamatan Campurdarat.


Sonjo ialah kunjungan para tetangga terdekat kepada tetangga lain yang sedang mempunyai hajat seperti nikah, khitanan, lahiran, ataupun hajat-hajat lain berkaitan yang sedang mendapatkan kebahagiaan. Bisasanya tradisi tersebut dilakukan sebelum ataupun setelah hajatan. 


Dalam acara nikahan misalnya, sebelum hari H dimulai, para tetangga berbondong-bondong menghadiri rumah yang punya hajat. Mereka 'jagong' berkumpul untuk membahas apa saja yang perlu dipersiapkan waktu hari H. Kemudian pasca acara merekapun juga berkumpul kembali dengan tujuan berkumpul dan mensyukuri semua acara telah terlaksana. Acara diisi dengan makan bersama.


Berbeda dengan itu, sonjo juga dilakukan dalam rangka memberi suport terhadap tetangga yang terkena musibah, kematian misalnya. Kematian merupakan suatu hal yang tidak diharapkan oleh sebagian besar orang. Namun, apalah daya semua sudah takdir dari-Nya.


Dalam konteks ini, para tetangga turut hadir di rumah yang terkena musibah tujuannya untuk memberi suport dan mendoakan keluarga yang ditinggal agar diberi kesabaran.


Dari realita itu, sonjo menjadi sebuah tradisi yang sudah turun temurun dan terlaksana sampai saat ini. Yang perlu untuk diketahui, masyarakat Sawo terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian menjadi penganut ormas NU dan sebagian lainnya Muhannadiyyah.


Dua kelompok ormas tersebut merupakan kelompok dengan penganut terbesar di Indonesia yang memiliki banyak kesamaan dan perbedaan. Sudah jelas persamaannya, mereka memeluk agama yang sama, sementara 'perbedaannya' dapat dilihat dari berbagai ritual uang ada di masyarakatnya. Terkadang, persamaan agama tersebut tenggelam dengan adanya perbedaan di antara mereka.


Meskipun demikian, di daerah Sawo tidak begitu diperhitungkan. Dengan tradisi sonjo misalnya, masyarakat berbaur menjadi satu, saling menghormati dan mencintai sesamanya. Dengan hal ini tradisi sonjo menjadi alat perekat umat dan generasi.


#Tulungagung, 18 Agustus 2020

Komentar

Posting Komentar