The Power of Basmalah

oleh: Thoriqul Aziz

Alquran diyakini sebagai kitab suci pedoman umat Islam yang ke benarannya telah terbukti dan teruji baik semenjak kehadirannya sampai saat ini. secara umum, Alquram terdiri dari 114 surat dan memuat lebih enam ribu ayat.
Secara umum, dengan mengacu mushaf yang beredar di Indonesia, surat pertama yang menjadi pembuka ialah al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas.

Pada kesempatan ini, saya sedikit ingin mengulas surat yang pertama dan lebih tepatnya ayat bagian awal, yang biasa disebut dengan basmalah.
lafadz basmalah ialah "bismillahi al-rahman al-rahim", artinya: "dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".

Lafadz ini, oleh para ulama masih diperdebatkan tentang posisinya di dalam Alquran. ada yang berkata basmalah adalah ayat dari pembuka setiap surat Alquran, kecuali pada surat al-Baraah (al-Tawbah). Sebagian yang lain mengatakan, basmalah hanya terdapat pada surat al-Fatihah saja. namun yang pasti, basmalah merupakn salah satu ayat Alquran (wa qaala min sulaimaana, bismillahirrahmanirrahim, qs. An naml: 30).

Akibat dari perbedaan di atas, dalam konteks Indonesia terdapat perbedaan aplikasi pembacaan ketika shalat. Oleh ormas Muhammadiyah ketika shalat berjamaah dibaca sirri sementara ormas NU membaca dengan jahr. Masing-masing mempunyai argumen dan pendapat tersendiri. Hal ini bukanlah problem, yang menjadi problem ialah yang mengaku dirinya Islam, tapi tidak melakukan shalat.

Nabi saw pernah bersabda, kurang lebih seperti ini maknanya, barang siapa yang tidak mengawali suatu pekerjaan dengan basmalah dan menutupnya dengan hamdalah (alhamdulillah), niscaya pekerjaannya tidak akan mendapatkan keberkahan.
Mengingat demikian, menjadi suatu yang urgen bacaan basmalah dalam keseharian umat Islam.

Senada dengan hadis di atas, basmalah diyakini umat Islam sebagai ayat Alquran yang banyak mengandung makna dan "khasiat" bagi pembacanya. Paling tidak akan mendapat pahala. Sementara khasiatnya, bagi seorang yang mengawali suatu pekerjaan dengan membaca basmalah akan menjadi power tersendiri. sehingga jika sudah diawali dengan bacaan tersebut, perilaku yang hendak dilakukan tidak akan menyimpang dari koridor yang telah ditetapkan oleh Allah dan selalu dalam karidhaan-Nya. namun  demikian, bukan berarti lafadz ini dijadikan sebagai justifikasi setiap perbuatan. misalnya, seseorang yang hendak melakukan kejahatan seperti jambret, copet, membunuh, atau perilaku maksiat lainnya hal ini tidak dibenarkan.

Selain power di atas, sebagian ulama sufi mengatakan, orang yang setiap harinya paling sedikit membaca basmalah sebanyak 100 kali niscaya akan dikabulkan segala hajatnya.
Hal demikian sangat beralasan, karena dalam basmalah tersimpan "nama-nama" Allah yang lain. sehingga dengan sering menyebut dan ingat nama-Nya, maka Allah akan sering ingat pada hamba-Nya. Tentunya terkabulnya setiap doa, porsi yang lebih besar akan dicurahkan oleh Allah bagi hamba-Nya yang dekat dengan-Nya.  fadzkuruuni adzkurkum maka ingatlah Aku, niscaya Aku akan mengingatmu...
Wallahu a'lam...

#Jum'ahBerkah
#Tulungagung, 5 Juni 2020

Komentar

Posting Komentar