Pengalaman di Dunia Literasi (1): ICIS Ponorogo 2018

Pengalaman di Dunia Literasi (1): ICIS Ponorogo 2018
Oleh: Thoriqul Aziz

Saya termasuk orang yang telat dalam 'melek' literasi. Masa-masa kuliah semenjak s1 saya harus beradaptasi dengan dunia akademis. Jujur saya akui, sewaktu masuk kuliah pertama kalinya saya sempat shock. Masa-masa peralihan dimana sebelumnya yang banyak memiliki waktu luang, bergeser menjadi masa-masa dengan jadwal waktu yang super padat. Tugas makalah yang diberikan oleh para dosen mulai dari tugas kelompok maupun individu sudah menanti. Ini merupakan perkenalanku pertama dengan dunia literasi.

Meskipun banyak tugas makalah yang harus dikerjakan, tidak jua menumbuhkan kesadaranku akan dunia literasi. Tugas makalah hanya sebatas menjalankan perintah dosen dan memenuhi mata kuliah untuk "mencari nilai".

Singkatnya, setelah, menjalani masa-masa  'karantina' selama kuliah S1 akhirnya lulus juga.  dengan skripsi yang berjudul Jihad dalam Alquran:  Kajian atas Tafsir al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Mulai dari pembuatan skripsi inilah aku sadar dengan dunia literasi.

pada saat itu, mahaaiswa yang lulus s1, selain menulis skripsi, juga harus dapat mempublikasikan hasil penelitiannya tersebut pada jurnal 'lokal'. Saat itu pula saya dengan semangat menulis jurnal dengan dibimbing oleh dospem skripsiku. Alhamdulillah, dengan bantuan dospemku artikelku dapat terpublish di jurnal Kontemplasi pada tahun 2017.

Semenjak itu, dengan terpublishnya karya pertamaku dan karena adanya honor yang diberikan (saat itu pak Ngainum Naim yang memberikan) saya jadi semakin semangat untuk menulis, terutama di dunia riset yang saya tekuni Alquran dan tafsir.

Kuliah saya lanjutkan di s2. Alhamdulillah saya termasuk orang yang beruntung dapat melanjutkannya. Artinya, ada kesempatan bnyak untuk menumbuh kembangkan serta merawat seni dalam dunia seni literasi. Pada masa s2 inilah saya menemukan pengalaman dunia literaai yang sangat berharga.

Di sela-sela tugas pembuatan makalah. Salah satu dosenku, Ust. Zainal ,memberikan target hasil penulisan makalah dapat terpublish di jurnal nasional. Saat itulah kami berlomba-lomba menuliskannya.

Puji syukur saya panjatkan lagi, saat itu artikelku dengan bimbingan dosen dapat dikirimkan pada salah satu acara konferensi internasional, yang menurut saya 'bergengsi' yakni International Conference on Islamic Studies (ICIS) di IAIN Ponorogo tahun 2018. Artikel saya masuk seleksi dan berhak untuk mempresentasikannya disana.

Ini pengalaman saya untuyang pertama kalinya. Artikel yang saya tulis berkaitan dengan kajian moderasi dalam tafsir Jawa dan kajian saya fokuskan pada tafsir Al-Ibriz. Dan setelah adanya revisi sana sini dapat publish pada awal 2019 di jurnal Justicia Islamica.

Dari sini, saya menjadi yakin dengan kekuatan literasi. Pada acara itu, saya dapat berkumpul dengan orang-orang beken dari beberapa daerah di Indonesia. Ada yang masih mahasiswa, seperti saya dan beberapa dosen dan researcher lainnya.

Dengan literasi pula, saya semakin yakin, dengan kekuatan yang terkandung didalamnya dapat 'merubah' hidup saya. Paling tidak, dengan mengikuti acara tersebut, saya mendapatkan pengalaman berharga dan mendapatkan kolega yang juga satu jurusan, yang semangatnya menumbuhkan dunia literasi.

#Tulungagung, 07 Juni 2020

Komentar