Al-Qur'an dan Moderasi Islam
Minggu, 30/10/2016
Moderat menurut Romli Syarqowi dalam bahasa arabnya al-wasathiyah mempunyai beberapa makna :pertama, al-Isti'dal (cara pandang yang seimbang) dalam hal ini cara pandang yang seimbang baik agama maupun tindakan. Kedua, al-Istiqomah (jalan yang lurus). Ketiga, al-Aman (keamanan) sesuatu yang ditengah pasti aman. Keempat, Dalil al-Quwwat (lambang kekuatan). Kelima, al-Markaz al-wahdah (pusat persatuan).
Karakteristik al-wasathiyah
Masih menurut Romli Syarqowi ada beberapa ciri atau karakteristik al-wasathiyah, diantaranya : pertama, al-khairiyat (sesuatu yang paling baik). Kedua, al-'adl (bersikap adil). Ketiga, mengedepankan sesuatu yang mudah. Ketiga, istiqomah dijalan yang benar.
Apa bentuk konkrit al-wasathiyah?
a. Level personal
Dalam level ini setiap individu mempunyai tanggung jawab masing-masing. Setiap tanggung jawab yang dibebankan pada setiap individu tidak bisa dibebankan individu yang lain. Seperti yang di firmankan Allah dalam al-Qur'an sebagai berikut :
"Dan seseorang tidak akan menanggunng dosa saudara yang lain" (QS.Al Al ana’m: 164)
b. Level komunitas
Dalam Islam tidak ada anjuran untuk hidup menyendiri. Seorang individu dianjurkan untuk hidup bersama orang lain. Allah menciptakan manusia berbeda suku, ras budaya dan bangsa pada hakikatnya untuk saling mengenal, seperti yang tertera dalam Qs. Al-Hujurat: 13
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
c. Adanya jenjang penerapan syari'ah yang secara gradual.
Al-Qur'an yang mengatur tata kehidupan manusia, dalm proses penurunan wahyu pada nabi Muhammad bersifat gradual dan inilah yang mengindikasikan ajaran Islam tidak langsung menjastis suatu persoalan yang sehingga membuat umat manusia tidak akan bisa menerima syariat tersebut, proses pengharaman khamr misalnya yang melalui beberapa tahapan sehingga diharamkanya khamr.
Minggu, 30/10/2016
Moderat menurut Romli Syarqowi dalam bahasa arabnya al-wasathiyah mempunyai beberapa makna :pertama, al-Isti'dal (cara pandang yang seimbang) dalam hal ini cara pandang yang seimbang baik agama maupun tindakan. Kedua, al-Istiqomah (jalan yang lurus). Ketiga, al-Aman (keamanan) sesuatu yang ditengah pasti aman. Keempat, Dalil al-Quwwat (lambang kekuatan). Kelima, al-Markaz al-wahdah (pusat persatuan).
Karakteristik al-wasathiyah
Masih menurut Romli Syarqowi ada beberapa ciri atau karakteristik al-wasathiyah, diantaranya : pertama, al-khairiyat (sesuatu yang paling baik). Kedua, al-'adl (bersikap adil). Ketiga, mengedepankan sesuatu yang mudah. Ketiga, istiqomah dijalan yang benar.
Apa bentuk konkrit al-wasathiyah?
a. Level personal
Dalam level ini setiap individu mempunyai tanggung jawab masing-masing. Setiap tanggung jawab yang dibebankan pada setiap individu tidak bisa dibebankan individu yang lain. Seperti yang di firmankan Allah dalam al-Qur'an sebagai berikut :
"Dan seseorang tidak akan menanggunng dosa saudara yang lain" (QS.Al Al ana’m: 164)
b. Level komunitas
Dalam Islam tidak ada anjuran untuk hidup menyendiri. Seorang individu dianjurkan untuk hidup bersama orang lain. Allah menciptakan manusia berbeda suku, ras budaya dan bangsa pada hakikatnya untuk saling mengenal, seperti yang tertera dalam Qs. Al-Hujurat: 13
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
c. Adanya jenjang penerapan syari'ah yang secara gradual.
Al-Qur'an yang mengatur tata kehidupan manusia, dalm proses penurunan wahyu pada nabi Muhammad bersifat gradual dan inilah yang mengindikasikan ajaran Islam tidak langsung menjastis suatu persoalan yang sehingga membuat umat manusia tidak akan bisa menerima syariat tersebut, proses pengharaman khamr misalnya yang melalui beberapa tahapan sehingga diharamkanya khamr.
Komentar
Posting Komentar