Assalamu'alaikum Wr. Wb
29/10/16
Pagi yang cerah ini, alhamdulillah kita dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas kita secara rutin tanpa suatu halangan yang berjalan dengan lancar. Kita wajib mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan. Allah telah memerintahkan semua hamba-Nya untuk bersyukur pada Allah dan dilarang mengkufurinya hal tersebut tertera dalam firman-Nya :
"....Barang siapa bersyukur pada-Ku maka akan kutambahkan nikmatnya, dan barang siapa mengingkari nikmat-Ku, maka ketahuilah siksa-Ku amat pedih" (qs. 14: 7)
Ayat diatas sudah menerangkan dengan jelas bahwa kita semua diperintahkan oleh Allah swt. untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya, dan barang siapa yang mau mensyukurinya akan ditambahkan nikmatnya. Sebagai contoh, ketika kita diberi kesehatan baik jasmani maupun rohani dan kita mau mensyukurinya. Secara psikologis, berarti kita dapat menerima suatu keadaan yang kita alami dan itu akan menjadikan psikologi kita menjadi tenang, tentram dan bukankah ketenangan dan ketentraman tersebut yang dicari setiap manusia? Begitu juga sebaliknya ketika kita dicoba dengan sedikit rasa sakit pada jasmani kita, mungkin seperti sakit mata, sakit demam, dll. meskipun begitu kalau kitaau mensyukurinya maka Allah akan menambahkan nikmatnya. Logikanya ketika salit kita dapat mensyukuri dan dapat menerima keadaan tersebut hati akan terasa tenang tidak ada rasa risau dalam diri kita. Ketika di waktu sakit mungkin salah satu solusi untuk mensyukuri adalah dengan mengingat-ingat berapa banyak waktu kita diberikan kesehatan dengan waktu kita sakit. Dengan hal tersebut tentunya kita akan tahu bahwa nikmat yang telah diberikan Allah jauh lebih besar daripada cobaan/musibah yang diberikan.
Allah mengaruniakan nikmat yang tiada terkira pada semua hamba-Nya dan sekali-kali tidak dapat untuk menghitung-hitung nikmat-Nya dan itu ditegaskan dalam al-Qur'an yang artinya
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18)
Syukur dalam tafsir al-Mishbah berasal dari kata "syakara" yang berarti membuka, menampakkan. Jadi yang pertama, ketika kita diberi nikmat sikap kita adalah membuka hati kita lalu membuka mulut kita dengan mengucap syukur al-hamdulillah. Ini salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita. Selanjutnya kita tidak cukup hanya membuka mulut untuk mengucapkan tahmid saja, tetapi harus menampakkan, dalam hal ini harus kita tampakkan dengan perbuatan. Sebagai contoh misalnya, ketika kita mendapatkan nikmat sehat baik jasmani ataupun rohani sudah sepatutnya kita ungkapkan tahmid al-hamdulillah, setelah itu kita harus menampakanya dengan perbuatan-perbuatan yang baik seperti halnya dibuat untuk pergi ke masjid menunaikan shalat lima waktu dengan berjamaah, menghadiri majlis-majlis ta'lim, dll. ada suatu ungkapan "cara bersyukur yang paling baik adalah bekerja keras untuk kebaikan"
Sebaliknya lawan kata dari syukur adalah kufur, kufur berarti menutupi, yakni menutupi nikmat Allah yang telah diberikanya. Orang yang kufur selalu merasa kurang di setiap sesuatu keadaan. Tidak sepatutnya kita mengkufuri nikmat Allah karena kita dihadapan Allah tidak berarti apa-apa dan ketahuilah bahwa anvaman atau siksa Allah bagi orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah.Oleh karena itu, banyak-banyak dan pandai-pandailah bersyukur niscaya akan beruntungberuntung baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam bi al-shawab
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
29/10/16
Pagi yang cerah ini, alhamdulillah kita dapat melaksanakan aktivitas-aktivitas kita secara rutin tanpa suatu halangan yang berjalan dengan lancar. Kita wajib mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan. Allah telah memerintahkan semua hamba-Nya untuk bersyukur pada Allah dan dilarang mengkufurinya hal tersebut tertera dalam firman-Nya :
"....Barang siapa bersyukur pada-Ku maka akan kutambahkan nikmatnya, dan barang siapa mengingkari nikmat-Ku, maka ketahuilah siksa-Ku amat pedih" (qs. 14: 7)
Ayat diatas sudah menerangkan dengan jelas bahwa kita semua diperintahkan oleh Allah swt. untuk selalu mensyukuri nikmat-Nya, dan barang siapa yang mau mensyukurinya akan ditambahkan nikmatnya. Sebagai contoh, ketika kita diberi kesehatan baik jasmani maupun rohani dan kita mau mensyukurinya. Secara psikologis, berarti kita dapat menerima suatu keadaan yang kita alami dan itu akan menjadikan psikologi kita menjadi tenang, tentram dan bukankah ketenangan dan ketentraman tersebut yang dicari setiap manusia? Begitu juga sebaliknya ketika kita dicoba dengan sedikit rasa sakit pada jasmani kita, mungkin seperti sakit mata, sakit demam, dll. meskipun begitu kalau kitaau mensyukurinya maka Allah akan menambahkan nikmatnya. Logikanya ketika salit kita dapat mensyukuri dan dapat menerima keadaan tersebut hati akan terasa tenang tidak ada rasa risau dalam diri kita. Ketika di waktu sakit mungkin salah satu solusi untuk mensyukuri adalah dengan mengingat-ingat berapa banyak waktu kita diberikan kesehatan dengan waktu kita sakit. Dengan hal tersebut tentunya kita akan tahu bahwa nikmat yang telah diberikan Allah jauh lebih besar daripada cobaan/musibah yang diberikan.
Allah mengaruniakan nikmat yang tiada terkira pada semua hamba-Nya dan sekali-kali tidak dapat untuk menghitung-hitung nikmat-Nya dan itu ditegaskan dalam al-Qur'an yang artinya
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 16: 18)
Syukur dalam tafsir al-Mishbah berasal dari kata "syakara" yang berarti membuka, menampakkan. Jadi yang pertama, ketika kita diberi nikmat sikap kita adalah membuka hati kita lalu membuka mulut kita dengan mengucap syukur al-hamdulillah. Ini salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita. Selanjutnya kita tidak cukup hanya membuka mulut untuk mengucapkan tahmid saja, tetapi harus menampakkan, dalam hal ini harus kita tampakkan dengan perbuatan. Sebagai contoh misalnya, ketika kita mendapatkan nikmat sehat baik jasmani ataupun rohani sudah sepatutnya kita ungkapkan tahmid al-hamdulillah, setelah itu kita harus menampakanya dengan perbuatan-perbuatan yang baik seperti halnya dibuat untuk pergi ke masjid menunaikan shalat lima waktu dengan berjamaah, menghadiri majlis-majlis ta'lim, dll. ada suatu ungkapan "cara bersyukur yang paling baik adalah bekerja keras untuk kebaikan"
Sebaliknya lawan kata dari syukur adalah kufur, kufur berarti menutupi, yakni menutupi nikmat Allah yang telah diberikanya. Orang yang kufur selalu merasa kurang di setiap sesuatu keadaan. Tidak sepatutnya kita mengkufuri nikmat Allah karena kita dihadapan Allah tidak berarti apa-apa dan ketahuilah bahwa anvaman atau siksa Allah bagi orang-orang yang mengkufuri nikmat Allah.Oleh karena itu, banyak-banyak dan pandai-pandailah bersyukur niscaya akan beruntungberuntung baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a'lam bi al-shawab
Wassalamu'alaikum Wr. Wb
Komentar
Posting Komentar