Ungkapan di atas terasa janggal dengan ungkapan sebenarnya. Memang benar. Seharusnya, "dimana ada kemauan, disitu ada jalan". Itu sebenarnya ungkapan yang sering kita dengar. Namun, tampaknya berbeda dengan yang saya yakini.
Nah, konsepnya jadi terbalik. Dimana ada jalan, disitu ada kemauan. Bukan terkait apa-apa, hanya terkait konferensi yang akan saya ikuti. Konferensi Moderasi Beragama Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang akan terselenggara besok pada 19-22 Desember 2023.
Ceritanya begini. Pertengahan November kemarin, Prof. Naim menyebarkan pengumuman seminar tersebut di grup SPK Tulungagung. Melihat tema yang dibahas, saya begitu tertarik dan antusias untuk menyimaknya. Yang benar saja, ini konferensi tingkat internasional yang sangat layak untuk diikuti. Penyelenggaranya Balitbang Diklat Kemenag RI yang saat ini dikomandoi Prof. Arskal Salim.
Oleh karenanya saya simak dan baca dimana lokasi konferen dan apa saja tema yang akan ditawarkan pada calon presenter. Ternyata acara di gelar di Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di dua tempat, Gedung Merdeka dan hotel Savoy Homan yang keduanya terletak di jalan Asia-Afrika.
Sebenarnya saya sedikit ragu untuk mengikuti konferen ini, karena dua alasan. Pertama, antusiasme akademisi membludak. Acara se keren ini pasti akan banyak peminat. Tak ayal kata panitia, setidaknya ada 300 paper yang didaftarkan. Tetapi akhirnya, dengan dorongn hati yang kuat, saya juga mengirimkan paper. Hal ini saya lakukan sebagai bekal pengalaman kedepannya nanti.
Anggapan saya, jikalau ditolak ya gak bermasalah. Itu sebagai pelajaran bagi saya, lagian saya juga tidak akan sendirian..heuheu
Kedua, alasan geografis. Letak konferen yang jauh menjadi pertimbangan saya untuk berpatisipasi didalamnya.
Adapun kalau misalnya paper saya diterima, saya juga akan berpikir ulang untuk menghadiri pesta megah ini. Pasalnya lokasi yang jauh tidak mungkin saya jangkau dengan kocek sendiri.
Namun tampaknya kedua alasan ini sedikit terhalang dengan keinginan saya yang lebih kuat. Pertama, tema yang dibahas relevan dengan basic pengetahuan selama ini yang saya pelajari. Moderasi beragama, yang saya pelajari semenjak akhir kuliah s1. Kedua, saya melihat celah tentang paper yang saya ajukan berpotensi diterima panitia. Ketiga, tampak ada jalan terang. Alasan ketiga inilah yang paling krusial. Saya menduga, sebagian kegiatan yang diadakan kemenag pusat semua akomodasi dan transpot pasti dihandel semuanya. Dan alhamdulillah praduga saya benar. Ala kulli hal..alhamdulillah bisa lolos konferen ini. Semoga bisa membawa kebermanfaatan dan keberkahan bagi saya pribadi dan keluarga. Umumnya bagi bangsa Indonesia.
Tulungagung, 18 Desember 2023.

Aamiin, sukses selalu Mas Thoriq
BalasHapusAamiin.,trimakasih bu
Hapus