Lahirnya Sang Revolusioner

 


Oleh: Thoriqul Aziz


Bulan Rabiul Awal merupakan bulan yang sangat dimulyakan oleh umat Islam. Karena pada bulan ini, terdapat dimana hari lahirnya sang revolusioner dunia, Nabi Muhammad saw.Beliau lahir di kota Makkah, yang saat ini menjadi sebuah pusat kota umat Islam dalam menunaikan ibadah haji. Kota tersebut letaknya di negara Saudi Arabia, kawasan Timur Tengah. Beliau dilahirkan, yang menurut mayoritas ulama, lahir di bulan ini. Namun, untuk tepat hari dan tanggalnya masih menjadi perdebatan. Mayoritas dari kita, mengetahui pada hari Senin tanggal 12 bulan Rabiul Awal 571 M. 


Terlepas dari perdebatan tersebut, yang pasti umat Islam meyakini kehadiran sang Nabi terakhir tersebut 1400 an tahun yang lalu.Meskipun jauh dari periode tersebut, jejak-jejak perjuangan dan pengaruhnya sangat luar biasa. Tidak hanya dalam lingkup kawasan tempat kelahirannya, tetapi juga dapat dirasakan di seluruh dunia. Perjuangan beliau dikenal tidak hanya dalam komunitas muslim saja, melainkan juga non muslim. Bahkan, Michael Hart dalam karya, 100 orang berpengaruh di dunia, menempatkan urutan Nabi Muhammad pada posisi pertama.


Menarik untuk dipelajari kembali sejarah sang revolusioner ini, koq bisa, pengaruhnya dapat tersebar sedemikian luasnya, mengalahkan ajaran-ajaran yang telah lebih dulu ada. Dari sini kiranya dapat ditelisik ulang, dan yang menjadi pertanyaan-pertanyaan mendasar dalam tulisan ini, salah satunya ialah mengapa Nabi saw diturunkan di tanah Arab? koq bukan di Amerika atau Eropa, atau bahkan di Jawa. Pertanyaan inilah yang juga akan penulis jawab dalam tulisan ini.


Pertama, Nabi saw lahir di tanah Arab yang dikenal dengan tanah gersang dan lebih banyak padang pasir yang tandus. Oleh karena itu mata pencaharian masyarakat Arab, Makkah khususnya tidak sebagai petani, dan lebih memilih berdagang. Sejalan dengan itu, redaksi bahasa Arab menuturkan kata "Arab" berasal dari kata "Araba" yang berarti "terus bergerak" atau dalam bahasa Jawa  ngglinding. Dari sinilah pula yng mengidentikkan mayoritas penghuninya tidak dapat diam di satu tempat. Mereka selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Dengan menyesuaikan terdapatnya sumber mata air. Jika sumber telah mengering, akan mencari sumber di tempat lain. 


Lha, dari sinilah justru yang menjadi hikmah diturunkan Nabi saw di tanah Arab. Dengan berpindah-pindahnya orang Arab tersebut, baik itu dalam mencari sumber air ataupun berdagang, Islam jadi tersebar. Jika dibayangkan, Nabi saw lahir di Jawa misalnya, yang notabene tekstur tanahnya yang lengket dan subur tentu ajaran Nabi saw tidak akan tersebar ke penjuru dunia. Bagaimana tidak, orang yang mengetahui tanah subur pasti matoritas akan mengolah tanahnya daripada berdagang yang notabene berpindah-pindah dari temoat satu ke tempat yang lain. Oleh karena itu mayoritas dari mereka akan menetap, sesuai dengan tekstur tanahnya yang lengket, maka akan lengkwt juga dengan daerahnya. 


Kedua, tanah Arab yang berada di Timur Tengah berada tepat di tengah-tengah dua imperium besar yang saat itu berkuasa. Di Barat ada imperium Romawi (saat ini Italia) yang memiliki agama Nasrani dan di Timur ada imperium Persia yang saat itu bwrkuasa dengan agama Majusi sebagai agama nasionalnya. Melihat hal ini, tentu ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Jika Nabi saw lahir di salah satu tanah Imperium tersebut, pasti ajaran dan pengaruhnya tidak akan pernah berkembang, apalagi tersebar. Ajaran yang di bawa Nabi saw sudah barang tentu akan dianggap sebagai pembuat 'onar' dan itu pasti akan dipadamkan oleh kekaisaran tersebut. Alhasil ajaran Nabi saw tidak akan pernah dirasakan umat manusia. Hal ini berbeda dengan di Arab yang tidak ada imperium besar seperti kedua imperium tersebut.


Ketiga, secara geografis letak Makkah berada di tengah-tengah dunia (coba lihat atlas) oleh karenanya masuk dalam kawasan Timur Tengah. Secara logika, sesuati yang dapat dilihat dan disaksikan idealnya di tengah atau di tepi? pasti yang di tengah. Oleh karena itu, Nabi saw diturunkan di tengah-tengah. Hikmahnya, jika ajaran tersebut di bawa ke dunia Timur tidak terlalu jauh menempuhnya, begitu pula ke dunia Barat. Hal ini akan berbeda jika Nabi saw diturunkan di dunia Barat atau Timur. Kelebihan berada di tengah inilah yang memudahkan ajaran Nabi saw disebarkan ke seluruh dunia.



#Tulungagung, 23 Oktober 2020

#JumahBerkah

#Refleksi di Bulan Rabiul Awal

Komentar

Posting Komentar