Pengalaman di Dunia Literasi (2): ICONIS Madura 2019
oleh: Thoriqul Aziz
Setelah tahun sebelumnya dapat mengikuti ICIS di Ponorogo, saya jadi tertarik untuk mengikuti event yang sama di kampus-kampus lain. Ada banyak event yang diselenggarakan di beberapa kampus Islam di Indonesia. Sehingga banyak opsi atau pilihan yang dapat dipilih. Sebagaimana pengalaman yang pernah saya ikuti even di IAIN Madura tahun 2019 lalu, menurut saya ada dua opsi yang perlu dipertimbangkan.
pertama, tentukan even mana yang hendak diikuti. bagi pemula, seperti saya, ini menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan. jarak jauh dekatnya even yang dipilih akan berpengaruh terhadap ongkos yang dikeluarkan. karena tidak banyak even seperti ini yang 'berbaik hati' untuk memberikan ongkos dan akomodasi selama event diselenggarakan. Sejauh yang saya ketahui, sebagian even ada yng memberikan ongkos serta akomodasi secara cuma-cuma, ada yang menyiapkan akomodasi saja, dan yang lainnya. oleh karena itu, sebagai pemula, pilihan pertama menjadi pilihan terbaik..hehe..
kedua, kesesuaian tulisan dengan even yang diselenggarakan. Hal ini lebih penting untuk dipertimbangkan, seorang penulis yang hendak mengikuti even tersebut harus jeli dan pandai menentukan tema yang 'diinginkan' pihak penyelenggara. Karena kalau tidak demikian, jangan harap akan bisa 'tampil' dalam even tersebut. ini penting untuk diperhatikan, karena menjadi kunci lolos atau tidaknya dalam seleksi.
Mengikuti ICONIS di Madura menjadi pengalaman kedua saya. namun, dari kedua hal yang saya paparkan di atas hanya nomor dua yang tepat sasaran. meski demikian, alhamdulillah saya dapat mengikuti even tersebut.
Ada banyak manfaat yang saya terima dari mengikuti acara ini, salah satunya refreshing. ya,bagi saya pergi ke luar kota menjadi hal yang saya tunggu-tunggu, hee..apalagi ini untuk pertama kalinya menginjakan kaki di kampus terbesar di pulau garam tersebut.
Hasil lain dari ikut even ini merasa puas dan bangga saat artikel bisa publish di jurnal. Namun, hal ini belum dikehendakkan. pasalnya, sejak saya presentasikan pada Juni lalu, sampai saat ini belum ada kabar juga. ya memang beginilah lika liku di dunia penerbitan. Harus sabar menanti dan merevisi dengan menyesuaikan keinginan redakturnya.
pengalaman yang lebih penting lagi adalah bertemu dengn senior-senior serta rekan baru yang juga mempunyai perhatian lebih pada dunia literasi. Sehingga berada di tengah-tengah lingkungan seperti inilah yang dapat merawat akal pemikiran untuk tetap menjaga literasi kita.
Kediri, 11 Juni 2020
oleh: Thoriqul Aziz
Setelah tahun sebelumnya dapat mengikuti ICIS di Ponorogo, saya jadi tertarik untuk mengikuti event yang sama di kampus-kampus lain. Ada banyak event yang diselenggarakan di beberapa kampus Islam di Indonesia. Sehingga banyak opsi atau pilihan yang dapat dipilih. Sebagaimana pengalaman yang pernah saya ikuti even di IAIN Madura tahun 2019 lalu, menurut saya ada dua opsi yang perlu dipertimbangkan.
pertama, tentukan even mana yang hendak diikuti. bagi pemula, seperti saya, ini menjadi hal penting yang perlu dipertimbangkan. jarak jauh dekatnya even yang dipilih akan berpengaruh terhadap ongkos yang dikeluarkan. karena tidak banyak even seperti ini yang 'berbaik hati' untuk memberikan ongkos dan akomodasi selama event diselenggarakan. Sejauh yang saya ketahui, sebagian even ada yng memberikan ongkos serta akomodasi secara cuma-cuma, ada yang menyiapkan akomodasi saja, dan yang lainnya. oleh karena itu, sebagai pemula, pilihan pertama menjadi pilihan terbaik..hehe..
kedua, kesesuaian tulisan dengan even yang diselenggarakan. Hal ini lebih penting untuk dipertimbangkan, seorang penulis yang hendak mengikuti even tersebut harus jeli dan pandai menentukan tema yang 'diinginkan' pihak penyelenggara. Karena kalau tidak demikian, jangan harap akan bisa 'tampil' dalam even tersebut. ini penting untuk diperhatikan, karena menjadi kunci lolos atau tidaknya dalam seleksi.
Mengikuti ICONIS di Madura menjadi pengalaman kedua saya. namun, dari kedua hal yang saya paparkan di atas hanya nomor dua yang tepat sasaran. meski demikian, alhamdulillah saya dapat mengikuti even tersebut.
Ada banyak manfaat yang saya terima dari mengikuti acara ini, salah satunya refreshing. ya,bagi saya pergi ke luar kota menjadi hal yang saya tunggu-tunggu, hee..apalagi ini untuk pertama kalinya menginjakan kaki di kampus terbesar di pulau garam tersebut.
Hasil lain dari ikut even ini merasa puas dan bangga saat artikel bisa publish di jurnal. Namun, hal ini belum dikehendakkan. pasalnya, sejak saya presentasikan pada Juni lalu, sampai saat ini belum ada kabar juga. ya memang beginilah lika liku di dunia penerbitan. Harus sabar menanti dan merevisi dengan menyesuaikan keinginan redakturnya.
pengalaman yang lebih penting lagi adalah bertemu dengn senior-senior serta rekan baru yang juga mempunyai perhatian lebih pada dunia literasi. Sehingga berada di tengah-tengah lingkungan seperti inilah yang dapat merawat akal pemikiran untuk tetap menjaga literasi kita.
Kediri, 11 Juni 2020

Komentar
Posting Komentar